PONTIANAK — Sebanyak 40.000 eksemplar Alquran wakaf kini tengah disalurkan ke sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) menargetkan distribusi menyasar lima kabupaten dan satu kota, yakni Sanggau, Sambas, Bengkayang, Ketapang, Kubu Raya, serta Kota Pontianak.
Penyaluran ini bukan yang pertama kali. Sejak 2018 hingga 2026, BWA mencatat telah mendistribusikan 180.000 eksemplar Alquran ke berbagai daerah di Indonesia. Fokus utamanya adalah memperluas akses masyarakat terhadap mushaf yang layak, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas kehidupan, baik dari sisi keagamaan maupun kesejahteraan ekonomi.
Di luar distribusi Alquran, BWA juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan petani. Fokus utama pembinaan adalah pelatihan pembuatan pupuk organik cair yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Dalam rangkaian distribusi tahun ini, BWA kembali mengunjungi wilayah yang pada 2024 menjadi lokasi pelatihan pembuatan pupuk organik. Kunjungan tersebut menjadi ajang evaluasi untuk melihat perkembangan program yang sebelumnya dipandu oleh almarhum Prof Budi Harjo.
Ustaz Bambang, pembina mualaf sekaligus praktisi pertanian yang mendampingi masyarakat, mengungkapkan dampak positif dari penerapan pupuk organik cair. Menurutnya, hasil pertanian petani setempat jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Alhamdulillah, hasil penggunaan pupuk organik cair yang diajarkan sejak tahun 2024 memberikan manfaat yang nyata. Hasil pertanian menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dari sisi biaya juga jauh lebih terjangkau karena bahan-bahan pembuatannya sangat mudah didapatkan di sekitar lingkungan masyarakat. Program ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjadikan para petani lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk mereka," ujar Ustaz Bambang.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pemberdayaan BWA tidak berhenti pada pelatihan semata. Semangat dan ilmu yang diwariskan almarhum Prof Budi Harjo terus dilanjutkan melalui pendampingan, sehingga petani mampu menerapkan sistem pertanian yang lebih produktif, hemat biaya, dan ramah lingkungan.
Menutup rangkaian kegiatan, Pimpinan Badan Wakaf Al-Qur'an Ustaz Hazairin menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada seluruh wakif yang telah mempercayakan amanah wakafnya kepada BWA. Kepercayaan ini menjadi modal utama bagi lembaga untuk terus menghadirkan manfaat bagi umat.