KALIMANTAN BARAT — Kepastian masa depan LIV Golf akhirnya terjawab. CEO LIV Golf, Scott O'Neil, mengonfirmasi bahwa perjanjian dengan investor utama baru telah ditandatangani dan disetujui dewan, dengan proses transaksi ditargetkan rampung pada September 2026. Meski demikian, nilai investasi yang masuk tidak diungkapkan ke publik.
Kabar ini menjadi penyejuk di tengah ketidakpastian yang menyelimuti liga sejak Saudi Public Investment Fund (PIF) mengumumkan penghentian pendanaan miliaran dolar pada akhir musim ini. Total investasi PIF ke LIV Golf tercatat mencapai lebih dari USD 5 miliar atau sekitar Rp 78 triliun sejak liga diluncurkan pada 2022.
Struktur kepemilikan baru ini menjadi pembeda LIV Golf dari kompetisi olahraga lain di dunia. Seluruh pegolf yang berlaga di LIV Golf akan otomatis menjadi pemegang saham mayoritas kompetisi. O'Neil menyebut langkah ini sebagai "yang pertama untuk liga olahraga global besar".
Selain investor utama, O'Neil juga mengungkapkan adanya minat dari lebih dari belasan pihak lain untuk menjadi investor minoritas. Model kemitraan multipihak ini dirancang untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang liga.
Perubahan besar juga terjadi pada struktur kompetisi. LIV Golf akan memangkas jumlah turnamen dari 14 seri pada musim 2026 menjadi hanya 10 seri mulai musim depan. Dari total tersebut, lima seri digelar di Amerika Serikat dan lima lainnya di berbagai negara.
Keputusan ini diambil setelah LIV Golf menunda turnamen New Orleans pada Juni lalu tanpa jadwal pengganti. O'Neil sendiri belum memberikan pernyataan eksplisit mengenai dua seri terakhir musim ini yang dijadwalkan di Indianapolis (23 Agustus) dan kejuaraan tim di Michigan (30 Agustus). Fokusnya kini tertuju pada seri Bedminster, New York, yang dimulai Minggu ini.
Sejumlah juara major tetap bertahan di LIV Golf setelah hengkang dari PGA Tour. Nama-nama seperti Bryson DeChambeau, Dustin Johnson, Jon Rahm, Cameron Smith, Martin Kaymer, dan Sergio Garcia masih menjadi bagian dari roster LIV. Namun, dua pegolf Amerika lainnya—Brooks Koepka dan Patrick Reed—justru memilih kembali ke PGA Tour setelah tur tersebut memberlakukan program penerimaan anggota kembali.
Tekanan eksternal juga datang dari rival utama. Pada Juli 2026, PGA Tour dan DP World Tour menjalin aliansi dengan Asian Tour, yang semakin mempersempit ruang gerak LIV Golf di kancah golf global.
LIV Golf didirikan pada 2021 dan mulai berkompetisi setahun kemudian dengan format 54 lubang—nama LIV sendiri diambil dari angka Romawi 54. Mulai musim ini, liga beralih ke format tradisional 72 lubang seperti turnamen golf pada umumnya.