SUNGAI RAYA — Kobaran api yang melanda lahan di belakang Komplek Arwana Indah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, masih belum padam hingga Kamis. BPBD Kubu Raya mencatat luas lahan terbakar telah melebihi 10 hektare dan berpotensi bertambah karena proses pemadaman masih terus berlangsung.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana BPBD Kubu Raya Sulistiono mengatakan, api sempat dinyatakan padam namun kembali muncul, memaksa petugas melakukan pemadaman ulang. Jarak antara titik api dan rumah warga hanya sekitar 1,5 meter, sehingga pengamanan permukiman menjadi prioritas utama.
"Kami punya kewajiban mengamankan rumah penduduk karena api tadi sudah mengancam permukiman dengan jarak sekitar satu setengah meter. Itu yang menjadi prioritas kami," kata Sulistiono di Sungai Raya, Kamis.
Lokasi kebakaran berada sekitar 1,7 kilometer dari Bandara Supadio. Sulistiono menyebut potensi dampak asap terhadap aktivitas penerbangan menjadi perhatian serius dalam penanganan karhutla kali ini.
Selain di Arwana Indah, titik karhutla juga muncul di kawasan SMP Negeri 12 dan SD Negeri 5 di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Luas area yang terbakar di dua lokasi tersebut disebut cukup besar.
Proses pemadaman menghadapi kendala keterbatasan sumber air. BPBD mengandalkan dukungan dari Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta relawan pemadam kebakaran dan unsur penanggulangan karhutla lainnya.
Personel di lapangan mulai kelelahan setelah hampir satu bulan menangani karhutla di sejumlah lokasi. Sebagian petugas BPBD dan relawan sempat mengalami penurunan kondisi fisik akibat paparan asap dan beban kerja tinggi, beberapa di antaranya harus menjalani perawatan.
"Dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, kami berharap kebakaran ini segera dapat dikendalikan," tuturnya.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan bantuan obat-obatan dan vitamin untuk menjaga kesehatan personel selama bertugas di lapangan. Sulistiono berharap dukungan pemerintah daerah terus diperkuat, baik melalui penyediaan logistik, peralatan, maupun layanan kesehatan bagi petugas agar upaya penanggulangan karhutla berjalan optimal selama musim kemarau.