KALIMANTAN BARAT — Masalah pendidikan di daerah lingkar tambang kerap menjadi pekerjaan rumah yang kompleks. Di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, data Pemetaan PGRI pada 2025 mencatat masih ada 89 anak yang tidak melanjutkan sekolah. Angka inilah yang mendorong CITA, emiten tambang bauksit, meluncurkan Gerakan Ayo Sekolah: Ciptakan Edukasi, Relasi dan Dukungan Anak Sekolah (GAS CERDAS) sejak 2023 lalu.
Program tersebut kini membuahkan hasil. CITA dianugerahi penghargaan Gold dalam ISRA 2026, sebuah ajang bergengsi yang mengapresiasi program tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia. Penghargaan ini diserahkan di Surakarta pada Kamis (6/8) dan menjadi pengakuan nasional kedua bagi perusahaan di bidang pemberdayaan masyarakat.
GAS CERDAS dirancang untuk menyentuh berbagai lapisan permasalahan pendidikan. Tidak hanya fokus pada anak, program ini juga menyasar peran keluarga dan keterampilan hidup. Beberapa inisiatif yang dijalankan meliputi Kelas Inspirasi, Parenting Kolaboratif, Kelas Kewirausahaan, hingga PUSAKA (Pembelajaran Ekologi Berbasis Kearifan Lokal).
Untuk menjangkau mereka yang sudah terlanjur putus sekolah, CITA memfasilitasi 10 warga kurang mampu mengikuti program Kejar Paket C melalui kemitraan dengan Yayasan Zetta Learning Center. Langkah ini menjadi jembatan bagi warga untuk kembali mengenyam pendidikan formal meski di usia yang tidak lagi muda.
Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan, tetapi juga dampak sosial yang dihasilkan. Berdasarkan pengukuran dengan pendekatan Social Return on Investment (SROI), GAS CERDAS mencatat nilai manfaat sosial sebesar 1,37 pada tahun 2026. Artinya, setiap satu rupiah yang diinvestasikan perusahaan menghasilkan manfaat sosial senilai 1,37 rupiah bagi masyarakat.
Sepanjang program berjalan, 17 siswa mengikuti kelas inspiratif dan kelas industri untuk memperluas wawasan tentang pendidikan lanjutan dan dunia kerja. Di sisi lain, 17 orang tua atau wali murid terlibat dalam parenting kolaboratif untuk memperkuat pendampingan keluarga. Sebanyak 25 siswa lainnya dibekali keterampilan kewirausahaan, termasuk pengolahan produk berbasis potensi lokal.
Direktur PT Cita Mineral Investindo Tbk, Yusak L. Pardede, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun daerah yang berdaya saing. Menurutnya, penghargaan ini merupakan apresiasi atas semangat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang bersama-sama membangun masa depan pendidikan di Air Upas.
"Melalui Program GAS CERDAS, kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi diri, kepedulian terhadap lingkungan serta kebanggaan terhadap budaya lokal. Inilah bentuk komitmen kami untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujar Yusak.
Ke depan, perusahaan berencana memperluas program ini ke wilayah lain di luar lingkar tambang CITA Site Air Upas dengan melibatkan lebih banyak mitra. "Kami berharap GAS CERDAS dapat terus berkembang menjadi model kolaborasi yang mampu melahirkan generasi muda Air Upas yang cerdas, berkarakter, adaptif serta memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan," tandasnya.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan posisi CITA dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Bagi masyarakat Air Upas, penghargaan ini bukan sekadar trofi—melainkan bukti bahwa anak-anak di daerah terpencil pun berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik.