Dua Tahun Jalan Rusak di Komplek Kanayaqueen Kubu Raya Bikin Warga Waswas, Swadaya Menambal Lubang Hingga Patungan Beli Semen

Penulis: Luqman Arif  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:39:01 WIB
Warga Komplek Kanayaqueen, Desa Sungai Bemban, Kubu Raya, bergotong royong menambal lubang di jalan rusak yang telah berlangsung dua tahun.

KUBU RAYA — Sudah dua tahun lamanya warga Komplek Kanayaqueen bertahan dengan kondisi jalan yang rusak parah. Akses utama menuju permukiman di Desa Sungai Bemban, Kubu Raya, itu kini hanya berupa hamparan aspal yang berlubang di sejumlah titik, mengancam keselamatan setiap kendaraan yang melintas.

Muhammad Syukron, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa kerusakan sudah berlangsung lama. Alih-alih menunggu bantuan yang tak kunjung datang, warga pun memutuskan untuk turun tangan memperbaiki jalan secara swadaya dan bergotong royong.

Patungan Warga untuk Material Perbaikan Jalan

"Jalan ini sudah sekitar dua tahun rusak. Karena belum juga diperbaiki, kami warga berinisiatif gotong royong untuk menambal dan menyemen jalan yang berlubang," kata Muhammad Syukron kepada Media Kalbar.

Inisiatif ini bukan tanpa pengorbanan. Warga secara sukarela mengumpulkan dana dari kantong masing-masing untuk membeli material seperti semen dan pasir. Ketua Komplek Kanayaqueen, Manto Wiyono, menjelaskan bahwa mekanismenya dilakukan dengan sistem patungan agar semua bahan yang dibutuhkan bisa terpenuhi.

"Kami patungan untuk membeli material. Setelah material terkumpul, warga bersama-sama menyemen dan menambal jalan yang rusak," ujar Manto Wiyono.

Harapan Perbaikan Permanen dan Keluhan Rumah Ibadah

Meski tambalan darurat telah dilakukan, warga menyadari bahwa perbaikan ini hanya bersifat sementara. Mereka berharap pemerintah kabupaten dapat segera turun tangan melakukan perbaikan secara permanen agar akses jalan lebih aman dan tidak ada warga yang menjadi korban akibat kondisi jalan yang memprihatinkan ini.

Di luar persoalan infrastruktur jalan, warga juga menyoroti pembangunan rumah ibadah di lingkungan mereka yang mangkrak karena keterbatasan biaya. Akibatnya, warga harus menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk mendapatkan akses ke rumah ibadah.

Warga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur dan fasilitas umum di Komplek Kanayaqueen, Desa Sungai Bemban. Perbaikan jalan permanen dan kelanjutan pembangunan rumah ibadah dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas warga berjalan lebih aman dan nyaman.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: mediakalbarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top