PONTIANAK — Puluhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Barat menjalani pembinaan intensif yang melibatkan personel elit Brimob. Sebanyak 11 anggota Satbrimob Polda Kalbar diterjunkan untuk membentuk karakter aparatur yang siap menghadapi tantangan tugas di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan yang digelar di Lapas Kelas IIA Pontianak pada Senin (10/8) ini langsung dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta. Setelah upacara pembukaan, para peserta langsung digiring menempuh long march menuju Mako Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar.
Rangkaian long march menjadi agenda utama yang dirancang untuk menguji ketahanan fisik sekaligus membangun mental pantang menyerah para CPNS. Aktivitas ini bukan sekadar jalan kaki biasa, melainkan simulasi awal dari beban kerja yang akan mereka hadapi.
Selain menguras fisik, kegiatan ini juga diarahkan untuk menanamkan nilai kekompakan dan kebersamaan antarpeserta. Soliditas tim dinilai krusial karena nantinya mereka akan bekerja dalam satu sistem pengamanan yang saling bergantung.
Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar, Kompol Jon Rubi Sugianto, menegaskan bahwa pembinaan ini memiliki cakupan yang lebih luas dari sekadar pembentukan fisik semata. Fokus utamanya adalah pembentukan karakter mendasar seorang abdi negara.
"Kegiatan FMD ini sangat penting dilaksanakan karena bertujuan untuk membentuk karakter para peserta CPNS agar memiliki integritas, profesionalitas, ketangguhan, dan disiplin yang tinggi," ujar Jon.
Menurutnya, kemampuan fisik dan mental yang kuat menjadi prasyarat mutlak karena para CPNS akan berhadapan langsung dengan berbagai tantangan, mulai dari pelayanan masyarakat hingga pengamanan warga binaan. Keterlibatan personel Brimob menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penyiapan sumber daya manusia yang tangguh di lingkungan pemasyarakatan.
Pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan petugas yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki kesiapan mental saat berhadapan dengan situasi rawan di dalam lapas. Kedisiplinan yang ditanamkan sejak dini menjadi modal utama dalam menjalankan tugas pengamanan.
Jon berharap setelah melalui rangkaian pembinaan ini, para CPNS semakin siap secara fisik dan mental. Mereka diharapkan memiliki kedisiplinan dan profesionalitas yang baik ketika nantinya resmi menjalankan tugas pokoknya.
"Kami berharap para CPNS mampu melaksanakan tanggung jawab yang diberikan dengan baik," pungkasnya.