3.000 Bendera Merah Putih Kibar di Perbatasan Jagoi Babang, Warga Berjalan 4 Kilometer untuk Kedaulatan NKRI

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:30:01 WIB
Ribuan bendera merah putih membentang dari Simpang Empat Sungai Take hingga Titik Nol Perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Bengkayang, Selasa.

BENGKAYANG — Ribuan bendera merah putih menghiasi jalur dari Simpang Empat Sungai Take menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang hingga kawasan Titik Nol Perbatasan Indonesia-Malaysia. Pemandangan itu bukan sekadar ornamen perayaan, melainkan pesan tegas dari warga yang tinggal di garis terdepan NKRI.

Camat Jagoi Babang Saidin mengatakan, pengibaran massal ini merupakan bagian dari Kirab Merah Putih yang digelar Selasa. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa semangat nasionalisme di wilayah perbatasan tidak pernah luntur.

Bendera 8x17 Meter Dibawa Kaki Sejauh 4 Kilometer

Peserta kirab berjalan kaki sekitar empat kilometer dari halaman Kantor Desa Jagoi menuju helipad di kawasan PLBN Jagoi Babang. Mereka membawa dan membentangkan Bendera Merah Putih berukuran 8 x 17 meter.

"Jagoi Babang bukan sekadar kecamatan. Kita semua yang berdiri di sini berada di beranda terdepan NKRI dan berbatasan langsung dengan negara tetangga," kata Saidin.

Ribuan bendera yang dipasang dari kawasan Sungai Take hingga Titik Nol Perbatasan itu, menurut dia, menjadi simbol kedaulatan, harga diri bangsa, sekaligus perekat persatuan masyarakat.

Nasionalisme Warga Perbatasan Tak Pernah Luntur

Saidin menegaskan, Kirab Merah Putih ini mengirimkan pesan kuat bahwa jiwa patriotisme warga Jagoi Babang tetap menyala untuk menjaga keutuhan NKRI. Semangat itu, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar seremonial.

"Isi kemerdekaan melalui pembangunan, peningkatan prestasi, serta menjaga kerukunan antarsuku dan antaragama di kawasan perbatasan," ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk memajukan Kecamatan Jagoi Babang, bukan sebagai pemicu perpecahan. "Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, tetapi jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan," katanya.

Pelajar dan Tokoh Masyarakat Ikut Ambil Bagian

Kirab ini melibatkan pelajar serta berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi penerus di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Saidin menyampaikan apresiasi kepada BAIS TNI yang memfasilitasi pelaksanaan kirab, serta TNI-Polri, pihak sekolah, dan seluruh masyarakat yang terlibat. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterlibatan warga dalam menjaga semangat kebangsaan di perbatasan tetap kuat.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top