Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan: Usia 81 Tahun Kemerdekaan, Infrastruktur hingga PAD Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Penulis: Oman Sudirman  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:00:37 WIB
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah pembangunan daerah, termasuk infrastruktur dan pendapatan asli daerah, masih perlu dituntaskan.

PONTIANAK — Di tengah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat justru menyoroti deretan pekerjaan rumah yang belum tuntas. Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, secara terbuka mengakui bahwa agenda pembangunan di daerah masih menghadapi tantangan besar.

Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak serta-merta menghapus kesenjangan yang ada. Masalah mendasar seperti infrastruktur yang belum merata, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga upaya meningkatkan pendapatan asli daerah masih membutuhkan kerja keras bersama.

Pemerintah Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Krisantus menegaskan bahwa seluruh persoalan tersebut tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi nyata antara eksekutif, masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di Kalbar.

"Tentu pemerintah tidak mampu bekerja sendiri. Pemerintah harus didukung oleh seluruh masyarakat Kalbar," ujarnya di Pontianak, Senin (17/8/2026).

Dengan kebersamaan tersebut, ia yakin pembangunan yang berjalan akan semakin kuat dan dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah.

Mengisi Kemerdekaan dengan Karya, Bukan Sekadar Seremoni

Lebih jauh, Wagub mengingatkan bahwa generasi saat ini tidak lagi dituntut berjuang dengan mengangkat senjata seperti para pahlawan. Tantangan zaman kini berbeda: mengisi kemerdekaan lewat kerja nyata dan kontribusi positif di masing-masing bidang.

"Kita tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata, tetapi kita memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja-kerja dan karya yang positif," kata Krisantus.

Setiap elemen masyarakat, sambung dia, punya peran masing-masing. Baik itu melalui profesi, pelayanan publik, maupun aktivitas sederhana di lingkungan tempat tinggal yang memberi manfaat bagi orang banyak.

Persatuan di Tengah Keberagaman adalah Warisan yang Wajib Dijaga

Di momen sakral ini, Krisantus juga mengajak seluruh warga Kalbar memperkuat jalinan persaudaraan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia, termasuk Kalbar, dibangun dari keberagaman suku, bahasa, dan budaya yang dipersatukan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Mereka telah mewariskan nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai perjuangan yang membuat bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, bahasa dan budaya dapat bersatu," tuturnya.

Ia menekankan, persatuan tersebut adalah hasil perjuangan panjang yang tidak mudah. Karena itu, kewajiban generasi penerus adalah menjaga warisan tersebut sekaligus melanjutkan estafet pembangunan daerah.

"Perjuangan untuk membangun Indonesia menjadi negara yang bersatu dan berdaulat tidaklah mudah. Tugas kita sekarang adalah menjaga apa yang sudah diwariskan oleh para pendahulu dan mengisinya dengan hal-hal yang positif," pungkasnya.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: berkatnewstv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top