KALIMANTAN BARAT — Unit Pidum Satreskrim Polres Empat Lawang mengamankan J.P. di Desa Mandi Angin, Kecamatan Pendopo Barat, pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif setelah korban, Patahulah Risky, melaporkan kehilangan motor Honda Beat miliknya.
Peristiwa pencurian terjadi pada Rabu (6/5/2026) dini hari, sekitar pukul 03.17 WIB. Dari rekaman CCTV, terlihat aksi tersebut dilakukan oleh dua orang secara terkoordinasi. Korban kehilangan satu unit Honda Beat warna hitam yang saat itu terparkir di rumahnya.
Rekaman kamera pengawas menjadi titik awal penyelidikan. Dari footage tersebut, polisi mendapatkan petunjuk mengenai jumlah pelaku dan ciri-ciri fisik mereka. Informasi ini kemudian dikembangkan oleh tim Opsnal Satreskrim hingga akhirnya mengarah pada keberadaan J.P.
Kasat Reskrim Polres Empat Lawang, AKP A. Firman, menyatakan bahwa proses penyidikan masih berjalan untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. "Penyidikan masih terus kami lakukan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain dan memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Dalam pengembangan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu lembar fotokopi STNK dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam tanpa body depan. Menariknya, barang bukti motor tersebut diketahui merupakan sitaan dari perkara lain yang tengah ditangani.
Saat ini J.P. masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Empat Lawang. Penyidik juga terus melengkapi administrasi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelum proses pelimpahan dilakukan.
Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, menegaskan komitmen jajarannya untuk menindak tegas pelaku tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Pihaknya berjanji memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal kepada warga, termasuk dalam pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor.
Penangkapan ini menjadi sinyal bagi pelaku kejahatan serupa bahwa aparat kepolisian setempat bergerak aktif merespons laporan warga. Meski satu pelaku telah diamankan, polisi masih memburu satu rekannya yang berhasil melarikan diri.
Masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika memiliki informasi terkait keberadaan pelaku yang masih buron. Ke depannya, pengamanan kendaraan pribadi dengan kunci ganda atau alarm disarankan untuk meminimalisir risiko pencurian, terutama pada jam-jam rawan dini hari.