Sekolah Kedinasan Kemenhub 2026 Buka 891 Formasi, Ini Syarat dan Jadwalnya

Penulis: Nurul Huda  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:47:31 WIB
Menteri Perhubungan membuka pendaftaran sekolah kedinasan 2026 dengan total 891 formasi untuk lulusan SMA/SMK.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka pendaftaran sekolah kedinasan 2026 dengan total 891 formasi untuk lulusan SMA/SMK. Pendaftaran berlangsung 18-30 Agustus 2026 melalui portal SSCASN BKN, dengan usia pelamar minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun per 1 September 2026.

Kesempatan menjadi taruna dan taruni di lingkungan Kementerian Perhubungan kembali terbuka untuk tahun 2026. Seleksi penerimaan kali ini menyediakan 891 formasi yang tersebar dalam dua jalur, yakni Pola Pembibitan Kemenhub dan Pola Pembibitan Pemerintah Daerah (Pemda).

Bagi lulusan SMA, SMK, dan sederajat yang memenuhi syarat usia serta kesehatan, periode pendaftaran ini menjadi pintu masuk untuk mengikuti pendidikan kedinasan di bawah naungan Kemenhub.

Dua Jalur Seleksi dengan Total 891 Formasi

Penerimaan calon taruna/taruni 2026 dibagi menjadi dua jalur utama. Pertama, Pola Pembibitan Kemenhub yang dikelola langsung oleh instansi pusat. Kedua, Pola Pembibitan Pemerintah Daerah yang melibatkan usulan dari pemda setempat.

Kedua jalur tersebut memiliki ketentuan khusus yang berbeda, terutama terkait asal daerah dan mekanisme penetapan formasi. Calon peserta wajib membaca ketentuan detail pada masing-masing program studi atau sekolah yang dipilih sebelum mendaftar.

Syarat Usia, Fisik, dan Status Perkawinan

Sejumlah persyaratan umum menjadi gerbang awal bagi calon pendaftar. Selain berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), pelamar harus berusia minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun pada 1 September 2026. Batas usia ini dihitung berdasarkan dokumen kependudukan yang sah.

Status perkawinan juga menjadi poin penting. Pelamar belum pernah menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama proses seleksi hingga masa pendidikan berakhir. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh peserta, kecuali ada aturan tambahan untuk formasi Orang Asli Papua (OAP) yang diatur secara khusus.

Untuk calon taruna laki-laki, ada syarat fisik yang perlu diperhatikan. Peserta tidak diperbolehkan memiliki tato atau bekas tato, serta tidak bertindik atau memiliki bekas tindik di telinga maupun anggota tubuh lain. Pengecualian hanya diberikan jika tindik tersebut merupakan ketentuan agama atau adat, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pemuka agama atau adat saat tes kesehatan.

Alur Pendaftaran dan Jadwal Seleksi

Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui portal SSCASN BKN. Calon peserta diwajibkan membuat akun terlebih dahulu sebelum mengisi formulir pendaftaran. Setelah akun aktif, pelamar memilih menu sekolah kedinasan, menentukan instansi Kemenhub, lalu memilih sekolah atau program studi yang sesuai kualifikasi.

Berkas yang perlu disiapkan meliputi biodata, data pendidikan, dan dokumen persyaratan yang diunggah ke sistem. Setelah seluruh data diperiksa kembali, pendaftaran disubmit dan bukti pendaftaran dicetak atau disimpan untuk tahapan selanjutnya.

Berikut jadwal utama seleksi sekolah kedinasan Kemenhub 2026:

  • Pengumuman seleksi: 15 Agustus 2026
  • Pendaftaran seleksi: 18-30 Agustus 2026
  • Seleksi administrasi: 18 Agustus-1 September 2026
  • Pengumuman hasil administrasi: 2-3 September 2026
  • Pelaksanaan SKD: akhir September-awal Oktober 2026

Tahapan Tes yang Harus Dilewati

Peserta yang lolos seleksi administrasi berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Materi yang diujikan meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Setelah SKD selesai, peserta yang memenuhi ambang batas nilai akan melanjutkan ke tahapan seleksi lanjutan. Ketentuan tahap ini mengikuti aturan spesifik dari Kemenhub dan masing-masing sekolah kedinasan yang dipilih. Informasi resmi mengenai jadwal rinci tahap lanjutan akan diumumkan melalui kanal resmi Kemenhub.

Mengingat waktu pendaftaran yang relatif singkat, calon peserta disarankan segera menyiapkan dokumen kependudukan, ijazah, dan berkas pendukung lainnya sejak sekarang. Informasi lengkap mengenai program studi dan ketentuan khusus dapat diakses melalui portal SSCASN BKN dan situs resmi Kementerian Perhubungan.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: bicaranetwork.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top