Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) bersama PT Cita Mineral Investindo (CMI) menyalurkan bantuan perlengkapan pendukung bagi petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Bantuan berupa masker gas, masker KN95, susu steril, multivitamin, dan pompa air itu diserahkan di tengah meningkatnya titik api di wilayah tersebut.
KETAPANG — Di tengah tingginya aktivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan, dua perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Barat mengulurkan bantuan untuk para petugas di lapangan. KIPP dan PT CMI menyerahkan perlengkapan kesehatan serta alat pemadam kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang dan BPBD Kabupaten Kayong Utara.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Manager CSR KIPP Maulana Budi di Kantor BPBD setempat. Adapun perlengkapan yang dibagikan meliputi masker gas, masker KN95, susu steril, multivitamin, serta pompa air untuk mendukung operasi pemadaman.
Kepala BPBD Kabupaten Ketapang Yunifar Purwantoro mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar dua ribuan titik api yang tersebar di wilayahnya. Kondisi ini membuat petugas bekerja ekstra setiap harinya untuk memadamkan api sebelum menyebar ke area yang lebih luas.
"Saat ini ada dua ribuan titik api di Ketapang. Kami bekerja keras setiap hari untuk memadamkan api. Alhamdulillah ada bantuan masker gas, susu, dan vitamin untuk petugas kami di lapangan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sebagian bantuan masker juga akan diteruskan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.
Di Kabupaten Kayong Utara, bantuan serupa turut disalurkan dengan komposisi yang hampir sama, termasuk pompa air yang dinilai krusial untuk memadamkan titik api di area yang sulit dijangkau. Kepala BPBD Kayong Utara Fathul menyambut baik dukungan tersebut, terutama di tengah musim kemarau yang memicu kekeringan dan keterbatasan air bersih.
"Bantuan ini bukan hanya bentuk kepedulian perusahaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons kami dalam menghadapi kondisi darurat di masyarakat," kata Fathul.
External Manager KIPP Sugeng Sulistiyo menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar upaya pemadaman dan perlindungan masyarakat berjalan optimal.
"Kami menyadari penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Semoga dukungan ini dapat memberikan perlindungan optimal bagi kesehatan petugas selama menjalankan tugas berat di lapangan," ujarnya.
Sebelumnya, KIPP dan CMI juga telah mengerahkan dua unit truk air untuk membantu pemadaman kebakaran serta dua unit truk pengangkut air bersih bagi warga yang kesulitan mendapatkan air akibat kemarau panjang.