Leny Rafael Soroti Tren Wastra Nusantara di Gaya Panggung Yura Yunita dan no na

Penulis: Luqman Arif  •  Jumat, 11 September 2026 | 22:48:31 WIB
Desainer Leny Rafael menilai wastra Nusantara kini dipadukan dengan gaya modern seperti bustier dan sentuhan busana ala Korea.

KALIMANTAN BARAT — Perbincangan soal busana selebritas Tanah Air pada 2026 tidak lagi berhenti di soal mahal atau tidaknya sebuah gaun. Ada pergeseran yang lebih menarik: kain tradisional kini dipakai dengan cara yang sama sekali baru, dan publik figur jadi katalisnya.

Desainer Leny Rafael melihat sendiri perubahan itu. Baginya, konsep modern luxury jadi arah baru penampilan para publik figur, dengan batik dan kebaya tidak lagi dikenakan secara konvensional dari atas ke bawah.

Batik dan Bustier, Formula yang Lebih Internasional

Menurut Leny, banyak artis kini memilih memadukan wastra Nusantara dengan gaya modern, mulai dari sentuhan busana ala Korea hingga penggunaan bustier. Pendekatan itu membuat kain tradisional tetap terlihat, tapi tidak membuat penampilan terasa terlalu tradisional.

"Jadi, misalnya memakai kain batik, kemudian dipadukan dengan bustier atau kebaya, look-nya bisa menjadi lebih internasional. Wastra Indonesia tetap terlihat, tetapi tidak membuat penampilannya terasa terlalu tradisional," ujarnya saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).

Leny menilai pengolahan kain tradisional dengan cara ini justru memperkuat identitas budaya Indonesia agar lebih mudah diterima di ranah global. Bukan sekadar tren sesaat, melainkan strategi visual yang membuat wastra berbicara di panggung internasional.

no na dan Yura Yunita Jadi Rujukan Tren

Saat ditanya figur yang paling mewakili tren ini, perempuan yang sudah berkarya 25 tahun di industri fashion itu langsung menyebut grup no na dan penyanyi Yura Yunita. Keduanya dinilai berhasil menjadikan elemen tradisional sebagai bagian dari gaya panggung yang modern dan relevan.

"Kalau bicara yang sedang menarik perhatian, saya melihat no na. Mereka sekarang sedang kuat sekali mengangkat identitas Indonesia ke arah yang lebih internasional," kata Leny.

Yura Yunita menyusul dalam daftar yang sama. Menurut Leny, penampilan penyanyi asal Bandung itu menarik karena sering memadukan kain dan wastra dengan gaya yang lebih modern. Penampilan keduanya pun disebut kerap menjadi perbincangan di kalangan pengamat fashion.

"Selain itu, ada juga Yura Yunita. Penampilannya menarik karena sering memadukan kain dan wastra dengan gaya yang lebih modern," lanjutnya.

Dua Brand Baru di Perayaan 25 Tahun

Leny mengaku senang bila artis tetap menyukai hal tradisional, terutama wastra. Dari situ ia mempersembahkan sesuatu yang baru sebagai bagian perayaan 25 tahun berkecimpung di industri fashion.

"Saya meluncurkan dua brand baru yaitu DW dan Wou Kids, sekaligus memperingati 10 Tahun Wou Batik. Tidak hanya membuat karya tapi bagaimana membangun bisnis fashion yang terus ada dan berkelanjutan," tuturnya.

Peluncuran kali ini mengusung konsep one stop shopping untuk perempuan Indonesia. DW hadir dengan ciri khas simple elegance melalui garis-garis, bordir, dan aplikasi. Sementara Wou Batik menghadirkan wastra untuk berbagai occasion atau kesempatan.

Leny menyebut resep bertahannya bukan soal bertahan pada satu gaya, melainkan terus menyesuaikan diri. "Terus belajar mengikuti zaman, riset market dan target, tidak pernah menyerah yang utama fokus," pungkasnya.

Bagi industri fashion Indonesia, arah yang ditunjuk Leny ini menegaskan satu hal: wastra bukan lagi sekadar warisan yang dipajang di acara resmi, tapi bahan hidup yang bisa berdiri sejajar dengan tren global di atas panggung musik.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: hot.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top