KALIMANTAN BARAT — Pembukaan program ini bersinggungan langsung dengan proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital. Indonesia diperkirakan membutuhkan 12 juta talenta digital pada 2030, dengan selisih kesenjangan sekitar tiga juta talenta yang masih harus dipenuhi.
Laporan Microsoft Work Trend Index 2026 mencatat 33% pekerja di Indonesia tergolong pengguna AI tingkat lanjut (advanced users). Angka itu lebih dari dua kali lipat rata-rata global yang berada di kisaran 16%.
Temuan tersebut menegaskan AI telah bergeser dari sekadar alat bantu menjadi strategi inti dalam dunia kerja. Konsekuensinya, permintaan tenaga ahli AI di pasar lokal ikut naik.
Dekan School of Computer Science Binus University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, menyampaikan kurikulum program dirancang secara multidisiplin. Materi mencakup integrasi matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing (NLP), hingga Internet of Things (IoT) dan robotika.
Selain keahlian teknis, pemahaman konteks bisnis dan etika menjadi prioritas. Riset Microsoft menunjukkan 62% responden di Indonesia menilai kemampuan berpikir kritis kian vital di era AI, sementara 60% menekankan pentingnya kontrol kualitas terhadap luaran AI.
Binus @Bekasi mengusung konsep Business, Service, and Technology Campus. Kehadiran program AI di kampus ini diproyeksikan menjawab tantangan riil di kawasan industri dan bisnis sekitar.
Direktur Kampus Binus @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, Ph.D., menjelaskan mahasiswa akan mempelajari penerapan teknologi AI untuk kebutuhan nyata di lingkungan industri sekitar yang berkembang dinamis.
Rektor Binus University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menegaskan penguasaan AI harus mendorong inovasi bernilai tambah.
"Perluasan program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen Binus University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Dr. Nelly, dalam keterangan yang diterima detikINET.
Senior Data Scientist & AI Consultant Lintasarta Cloudeka, Nicholas Dominic, menambahkan industri saat ini membutuhkan individu teknis yang mampu membaca data secara kritis dan berkolaborasi untuk menghasilkan solusi nyata.
Kombinasi kemampuan teknis, pemahaman bisnis, dan etika menjadi tiga hal yang dibidik program ini. Binus menjalankannya lewat gerakan #AIverywhereInBinus dan semangat AI Empowers @ Binus.
Dengan langkah ini, Binus @Bekasi berharap dapat mencetak lulusan yang siap bersaing di era AI Economy secara etis dan bertanggung jawab. Program AI ini juga menambah daftar inisiatif kampus lokal yang menyasar kebutuhan talenta digital nasional dalam beberapa tahun ke depan.