KALIMANTAN BARAT — Wali Kota Banjarbaru yang juga menjabat Bunda PAUD, Hj. Erna Lisa Halaby, meninjau langsung pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala anak di Kecamatan Cempaka. Dari kunjungan ini, ibu bisa melihat bagaimana pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan gizi anak usia dini seharusnya berjalan di satuan PAUD.
Kunjungan berlangsung di KB Cita Anak Bangsa dan TK Negeri Pembina Cempaka. Di KB Cita Anak Bangsa, Bunda Lisa menyaksikan proses pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala anak.
Data pengukuran itu dipakai untuk memantau perkembangan anak secara berkala. Tujuannya, mendeteksi lebih awal kondisi yang butuh perhatian khusus sebelum berkembang lebih jauh.
Bunda Lisa menekankan pentingnya ruang berekspresi bagi anak di jenjang pendidikan usia dini. Menurutnya, proses belajar perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
"Ulun berharap di jenjang tingkat pendidikan TK ini tidak ada lagi pemberian pelajaran langsung diberikan, tetapi ini adalah tahap untuk memberikan anak bebas untuk berekspresi dulu," ujarnya.
Ia menambahkan, anak tetap perlu diawasi dan dipantau selama berekspresi. "Buat mereka happy, tetapi tetap diawasi, dikontrol, dipantau."
Bunda Lisa meminta bangunan PAUD maupun TK yang membutuhkan perbaikan segera didata. Data itu akan ditindaklanjuti agar anak belajar di ruang yang layak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada guru PAUD yang dinilainya sabar mendampingi anak selama masa tumbuh kembang. "Ulun sangat mengapresiasi kepada guru-guru PAUD yang sudah bersabar dan sudah sabar menghadapi anak-anak kita," ucapnya.
Kunjungan dilanjutkan ke TK Negeri Pembina Cempaka untuk meninjau program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Bunda Lisa memastikan makanan yang diberikan memperhatikan kebersihan, kualitas gizi, higienitas, dan keamanan pangan.
Ia mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG menjaga kualitas makanan yang disajikan. Menurutnya, MBG adalah tambahan gizi, sedangkan kebutuhan utama tetap dipenuhi keluarga lewat pola makan sehat dan seimbang.
"Selain pemenuhan gizi utama yang tetap dimulai dari lingkungan keluarga, ulun menekankan bahwa MBG juga merupakan program untuk menambah pemenuhan gizi bagi anak-anak," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Bunda Lisa turut mencicipi makanan dan makan bersama anak-anak.
Bunda Lisa mengingatkan pentingnya konsumsi buah dan sayur sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Kebiasaan ini dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan anak sekaligus membantu mencegah stunting.
"Jangan lupa anak-anak harus rajin makan sayur dan buah ya, supaya tumbuh sehat, kuat dan makin pintar. Lebih penting agar anak-anak terhindar dari stunting," katanya.
Pemantauan tumbuh kembang anak tidak berhenti di sekolah. Ibu bisa mencatat berat badan dan tinggi badan anak secara rutin, lalu membandingkannya dengan grafik pertumbuhan di buku KIA.
Pastikan juga anak mendapat protein, sayur, dan buah setiap hari. Kalau ada perubahan berat badan atau tinggi badan yang tidak sesuai usia, segera konsultasikan ke posyandu atau dokter anak.
Memantau tumbuh kembang dan gizi anak memang butuh kerja sama banyak pihak, dari keluarga, guru PAUD, sampai pemerintah daerah. Yang paling dekat dengan anak setiap hari tetap ibu di rumah.