KUBU RAYA — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan memimpin langsung penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak Karhutla di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Erlina datang bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kubu Raya dan jajaran pengurus. Turut serta Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, BPBD Kalbar, dan Dinas Perkimtan.
Kondisi Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat membuat ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga menipis. Penyaluran bantuan menjadi respons cepat atas persoalan tersebut.
TP PKK Kalbar menggandeng sejumlah perangkat daerah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak. Pasokan air didatangkan dari Kabupaten Mempawah, tepatnya Kecamatan Anjongan.
"Hari ini kita menyalurkan bantuan air bersih hasil sinergi bersama Dinas Perkimtan, BPBD, Dinas Kesehatan, serta dukungan pasokan air dari Kabupaten Mempawah, tepatnya Kecamatan Anjongan," ujar Erlina.
Sinergi lintas instansi ini mempercepat distribusi air ke titik-titik yang paling membutuhkan. Warga Desa Durian menjadi penerima bantuan tahap ini.
Erlina memberi perhatian khusus pada peran relawan yang bertahan di lapangan selama penanganan Karhutla. Menurutnya, partisipasi aktif mereka menjadi andalan dalam upaya pemadaman api.
"Perhatian dan partisipasi aktif para relawan sangat diandalkan dalam upaya penanganan dan pemadaman api di Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya," tambahnya.
Dukungan moral dan logistik untuk relawan dinilai sama pentingnya dengan bantuan air bagi warga. Keduanya berjalan paralel selama masa tanggap darurat.
Erlina mengimbau masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat penanganan Karhutla untuk menjaga kesehatan dan keselamatan. Paparan asap dan cuaca ekstrem menjadi risiko selama operasi pemadaman berlangsung.
"Kita sangat berharap musibah Karhutla ini segera berlalu, sehingga lingkungan kembali sehat, aktivitas masyarakat dapat berjalan normal, dan kondisi kembali kondusif," pungkasnya.
Penyaluran air bersih ini menjadi bagian dari rangkaian bantuan yang terus digulirkan selama Karhutla di Kalimantan Barat belum sepenuhnya teratasi. Warga Desa Durian berharap pasokan air kembali normal dalam waktu dekat.