KALIMANTAN BARAT — Usman Diarra resmi menandatangani kontrak dengan Dhaka Wanderers dan menjadi pesepak bola Indonesia pertama yang berkarier di Liga Bangladesh. Striker 28 tahun itu meninggalkan Sriwijaya FC untuk memulai lembaran baru di klub Divisi Utama Bangladesh tersebut.
Kepastian transfer Usman Diarra diumumkan agennya, Tafimul Islam Shimanto, melalui unggahan di Instagram. Dalam pengumuman itu disebutkan bahwa kesepakatan antara Sriwijaya FC dan Dhaka Wanderers telah rampung sepenuhnya.
"Kesepakatan selesai. Dengan bangga kami mengumumkan pemain Indonesia keturunan Mali, Usman Diarra dari klub divisi kedua Indonesia Sriwijaya FC menuju klub Bangladesh, Dhaka Wanderers," tulis Tafimul Islam Shimanto.
Usman akan mengenakan nomor punggung 45 di Dhaka Wanderers. Kepindahan ini mencatatkan namanya sebagai pemain Indonesia pertama yang menembus kompetisi sepak bola Bangladesh.
Usman Diarra lahir di Jakarta pada 31 Januari 1998. Kariernya dimulai dari akademi Villa 2000 sebelum bergabung dengan tim muda Bhayangkara FC pada 2018.
Sepanjang kariernya di Liga Indonesia, striker berpostur 180 cm itu tercatat memperkuat banyak klub. Persikabo Kabupaten Bogor, Persik Kediri, Persikota Kota Tangerang, PSKC Cimahi, Kalteng Putra, dan Nusantara FC pernah menjadi pelabuhannya.
Usman juga sempat merantau ke klub Taiwan, Hang Yuan, sebelum kembali ke Indonesia. Setelah pulang, ia bergabung dengan Bhayangkara FC, Kalteng Putra, Sumsel United, Persipal FC, dan terakhir Sriwijaya FC.
Durasi karier Usman di setiap klub terbilang singkat. Data Transfermarkt menunjukkan penampilannya tak pernah menembus tujuh pertandingan dalam satu musim.
Bersama Sriwijaya FC, ia membukukan tujuh kaps dengan kontribusi satu gol. Angka itu menjadi modal terakhirnya sebelum memutuskan mencoba peruntungan di luar negeri.
Kepindahan ke Bangladesh membuka peluang baru bagi Usman untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Kompetisi Bangladesh juga memberi ruang bagi pemain asing untuk tampil reguler.
Langkah Usman ke Dhaka Wanderers bisa menjadi pintu masuk bagi pemain Indonesia lain ke Liga Bangladesh. Selama ini, tujuan utama pemain Indonesia di Asia adalah Malaysia, Thailand, Vietnam, atau Korea Selatan.
Bangladesh masih jarang menjadi destinasi pesepak bola Indonesia. Kehadiran Usman di sana berpotensi membuka jaringan dan perhatian klub-klub setempat terhadap talenta dari Indonesia.
Besar harapan agar Usman bisa tampil konsisten dan sekaligus membawa nama Indonesia di mata pecinta sepak bola Bangladesh. Performa apiknya akan menentukan apakah jalur ini bisa diikuti pemain lain di masa mendatang.