KUBU RAYA — Truk Water Treatment milik Yon Parako 466 Pasgat menghasilkan hingga 4.000 liter air siap minum per jam selama operasi bantuan di Desa Kuala Dua. Kendaraan itu dipimpin Letda Pas Dhevan Harvi Saputra dan diterjunkan langsung ke lokasi warga yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Penyaluran berlangsung di Masjid Al-Barokah Jalan Rasau Jaya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Air baku diolah di tempat sebelum dibagikan ke warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Kemampuan Truk Water Treatment mencakup berbagai sumber air baku yang sulit diolah dengan cara biasa. Mulai dari air sungai, parit, air banjir, hingga air dari kawasan gambut.
Kondisi geografis Kubu Raya yang banyak memiliki lahan gambut membuat akses air bersih kerap menjadi persoalan. Kehadiran kendaraan pengolah air itu memberi jalan keluar bagi warga yang selama ini bergantung pada sumber air terbatas.
Danyon Parako 466 Pasgat, Letkol Pas Adim Dwi Prasanda, menyatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kehadiran Korpasgat dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.
"Distribusi akan terus diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti penyaluran air siap minum, hal ini sebagai bentuk kepedulian Korpasgat kepada masyarakat," ujar Adim Dwi Prasanda.
Menurutnya, pemanfaatan Truk Water Treatment menjadi langkah konkret dalam mendukung pelayanan kemanusiaan. Sarana itu memungkinkan Korpasgat mengolah sumber air yang tersedia menjadi air siap minum.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih. Korpasgat bersama pihak terkait akan terus mengoptimalkan sarana dan personel yang dimiliki untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat," tambahnya.
Yon Parako 466 Pasgat menegaskan kegiatan penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama masih ada warga yang mengalami keterbatasan air. Langkah itu disebut bagian dari komitmen Korpasgat untuk hadir di tengah masyarakat.
Peran yang dijalankan tidak hanya melalui bantuan keamanan dan ketertiban, tetapi juga bantuan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. Operasi di Kuala Dua menjadi salah satu wujudnya.