PONTIANAK — Satgas udara Provinsi Kalimantan Barat mengoperasikan 4 dari 9 helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang bersiaga di wilayah tersebut, ditambah 1 helikopter Chinook CH-47 Jepang 985. Operasi pemadaman menyasar 5 lokasi kebakaran yang tersebar di Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, dan Mempawah.
Helikopter MI-172 Registrasi VN-8424 yang dioperasikan mitra BNPB melalui PT Gunung Selatan melakukan 1 sortie di Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Pesawat itu menjatuhkan air sebanyak 18 kali water drop atau setara 75 liter.
Operator PT Gunung Selatan, Andi Cahyo, menyebut api di lokasi tersebut sudah dapat dipadamkan saat tim meninggalkan area. Meski begitu, hotspot masih mengeluarkan asap tipis. Luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 2 hektare, dan sekitar 1,5 hektare berhasil dipadamkan.
"Pada saat kami meninggalkan lokasi, Alhamdulillah api sudah dapat dipadamkan namun hotspot masih berasap tipis. Diperkirakan luas lahan yang terbakar kurang lebih 2 hektare, namun yang berhasil kami padamkan kurang lebih 1 setengah hektare," kata Andi kepada RRI Pontianak usai briefing tim terpadu di Pusdalops BPBD Kalbar, Selasa, 29 September 2026 malam.
Andi menambahkan, helikopter MI-172 sempat menghadapi kendala jarak pandang saat berangkat dari Pontianak. Kondisi itu bisa diatasi sehingga pemadaman tetap berjalan. Curah hujan beberapa hari terakhir di Kalbar juga membantu proses pemadaman.
Helikopter Sikorsky UH-60L yang dioperasikan PT Elang Dhirgantara Candracanta melakukan 2 sortie di Desa Pasak, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Total 57 kali water drop atau 228.000 liter air dijatuhkan di lokasi tersebut.
"Untuk sortie pertama, kami berhasil melakukan 41 kali water drop atau 164.000 liter air dengan kondisi hotspot masih berasap. Untuk sortie kedua, kami melakukan 16 kali water drop atau 64.000 liter air di lokasi yang sama dengan kondisi api dapat dipadamkan, namun hotspot masih sedikit berasap," ujar operator PT Elang Dhirgantara Candracanta, Fikar.
Perwakilan Tim Satgas Mako Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII, Lettu Laut Kesehatan Budi Siswanto, menyatakan helikopter Chinook CH-47 Jepang 985 melakukan 1 sortie patroli udara dan water bombing di Kabupaten Mempawah. Pesawat itu menjatuhkan air 12 kali water drop atau 60.000 liter.
"Untuk kegiatan di Mako Kodaeral XII, pada hari ini kami menyalurkan air bersih dengan kondisi aman dan lancar. Kemudian di Pos Laut (Posal) Lanal Ketapang melakukan patroli, pemadaman dan pendinginan karhutla dengan luas lahan 1 hektare di Desa Kendawangan Kiri, Banjar Sari dan Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang," kata Budi.
Helikopter Sikorsky EA-60A Registrasi N61AA yang berbasis di Ketapang melakukan 1 sortie water bombing di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Pesawat itu menjatuhkan air 42 kali water drop atau 168.000 liter, dengan hasil api dapat dipadamkan dan hotspot masih sedikit berasap.
Helikopter MI-17-IV Registrasi VN-8416 di basecamp Ketapang juga melakukan 1 sortie water bombing di Desa Air Hitam Hulu, Kecamatan Kendawangan. Operasi udara di wilayah ini melengkapi patroli dan pendinginan lahan yang dijalankan Posal Lanal Ketapang di tiga desa Kecamatan Kendawangan.
Satgas udara mencatat seluruh operasi berjalan tanpa kendala berarti meski sempat menghadapi penurunan jarak pandang. Pemadaman di lima lokasi tersebut melibatkan tim terpadu BNPB, BPBD Kalbar, operator helikopter, dan personel TNI AL di bawah Kodaeral XII.