PONTIANAK — Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I. dan Ketua IMLA Indonesia Pengurus Daerah Kalbar Dr. Moh. Yusuf Hidayat, M.Pd. menandatangani kerja sama tersebut secara langsung. Penandatanganan disaksikan sejumlah pihak, termasuk Ketua Tim Kerja Hukum dan TLHP Kanwil Kemenag Kalbar Yuli Anggraeni, S.H. serta jajaran pengurus IMLA Kalbar seperti Dr. Besse Wahida, M.Pd., Husni Mubarak, M.Pd.I., dan Arifudin, M.Pd.I.
Ruang lingkup kolaborasi menyentuh sisi teknis pembelajaran, bukan sekadar seremoni dokumen. Kedua pihak sepakat memperkuat profesionalitas guru dan pengajar Bahasa Arab di madrasah.
Pengembangan metode, model, media, bahan ajar, dan perangkat pembelajaran masuk dalam kesepakatan. Muhajirin menilai peningkatan kualitas pendidikan butuh sinergi dan semangat kebersamaan berbagai pihak.
"Ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi profesi dan keilmuan, satuan pendidikan, serta para pemangku kepentingan dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Arab," ungkap Muhajirin.
Kemenag Kalbar menyatakan mendukung pelaksanaan program sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. IMLA di sisi lain diharapkan memberi dukungan keahlian di bidang pembelajaran Bahasa Arab serta pendampingan akademik.
Muhajirin meminta IMLA menghadirkan program unggulan yang berdampak langsung bagi satuan pendidikan. Bentuknya bisa berupa pelajaran tambahan maupun kegiatan ekstrakurikuler di madrasah dan lembaga pendidikan lainnya.
"Buat program unggulan yang bisa dimasukkan sebagai pelajaran tambahan atau ekstrakurikuler. Kita ingin kerja sama ini menghasilkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh madrasah dan peserta didik," harapnya.
Sebagai bentuk percepatan implementasi, IMLA diminta membuat pilot project di salah satu madrasah. Program itu diharapkan menjadi model yang bisa dikembangkan dan direplikasi di berbagai satuan pendidikan di Kalimantan Barat.
"Jangan hanya berhenti di madrasah negeri. Kita juga ingin madrasah swasta dan pondok pesantren mendapatkan manfaat dari program ini," tegas Muhajirin.
Ketua IMLA Kalbar Moh. Yusuf Hidayat menyatakan kesiapan mendukung implementasi kerja sama. Dukungan itu diwujudkan lewat pelatihan, seminar, workshop, penelitian, pengembangan bahan ajar, serta kegiatan lain sesuai ruang lingkup kesepakatan.
Yusuf juga mengundang Kakanwil Kemenag Kalbar menghadiri peringatan Hari Bahasa Sedunia yang dijadwalkan pada 18 Desember 2026.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen formal. Peningkatan kapasitas pendidik, pengembangan bahan ajar, dan pendampingan akademik diharapkan berjalan berkelanjutan di Kalimantan Barat.