PONTIANAK — Pemprov Kalimantan Barat menyerahkan penghargaan berupa uang kepada lima kafilah yang berhasil membawa pulang gelar juara dari MTQ Nasional XXXI di Semarang. Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur Ria Norsan di Pontianak, Selasa (29/9/2026).
Kelima juara tersebut adalah Yusuf Mubarak (Terbaik II Hafalan Al-Qur'an 30 Juz), Siti Farhatun Nufus (Harapan I Tilawah Tuna Netra Putri), Hadyan Miftah Pratama (Harapan I Hafalan 5 Juz dan Tilawah Putra), Raya Salsabila (Harapan III Hafalan 5 Juz dan Tilawah Putri), serta Ni'matillah (Harapan III Qiraat Murattal Dewasa Putri).
Capaian ini melengkapi hasil Kalbar di ajang nasional tersebut. Kontingen Kalbar tercatat sebagai KKR dengan jumlah kafilah terbanyak yang lolos ke MTQ Nasional.
Norsan menilai persaingan di tingkat nasional berlangsung ketat. Menurutnya, pembinaan berkelanjutan menjadi kunci untuk memperbaiki posisi Kalbar pada ajang berikutnya.
Dalam arahannya, Norsan berpesan agar para peserta tidak cepat berpuas diri maupun berkecil hati atas hasil yang diperoleh. Capaian itu diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
"Pemerintah Provinsi berkomitmen mendukung pembiayaan dan peningkatan fasilitas penunjang kafilah, dengan penjadwalan pembinaan yang lebih terstruktur," tegasnya.
Norsan menyebut hasil MTQ kali ini sebagai buah dari proses, kerja keras, dan ikhtiar bersama. Ia mengajak seluruh pihak menjadikannya bahan evaluasi tanpa saling menyalahkan.
"Mari kita jadikan momentum ini untuk evaluasi bersama, melihat apa kekurangan kita, tanpa harus saling menyalahkan. Yang terpenting bagaimana kita terus berbenah dan meningkatkan kualitas latihan secara disiplin," ujar Gubernur.
Untuk meningkatkan prestasi, Norsan mengusulkan penguatan program pelatihan. Salah satu opsinya mendatangkan pelatih tingkat nasional ke Kalbar.
"Saya mengusulkan program pelatihan ke depan diperkuat, termasuk mendatangkan pelatih tingkat nasional ke Kalbar atau mengirim peserta berprestasi untuk mengikuti latihan intensif di luar daerah," katanya.
Selain kemampuan teknis, ia menekankan pentingnya disiplin, manajemen waktu, dan kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi. Ketiga aspek itu dinilai menentukan hasil kafilah di ajang berikutnya.