RAPI Daerah 21 Kalimantan Barat Genap Empat Dekade, dari Radio CB hingga Jaringan Komunikasi Kebencanaan

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:46:01 WIB
Anggota RAPI Daerah 21 Kalimantan Barat berkomunikasi menggunakan perangkat radio dengan call sign berprefiks JZ21.

PONTIANAK — Kepengurusan RAPI di Kalimantan Barat mulai terbentuk dalam rentang 1980 hingga 1984, menjadikannya salah satu daerah awal dalam struktur organisasi RAPI nasional. Kalimantan Barat kemudian ditetapkan sebagai RAPI Daerah 21 dengan kode wilayah yang melekat pada identitas setiap anggotanya.

Setiap anggota RAPI Kalbar memakai call sign berprefiks JZ21. Penanda itu menunjukkan bahwa pengguna berada dalam wilayah organisasi RAPI Daerah 21, sekaligus menjadi tradisi komunikasi radio yang dipertahankan hingga sekarang.

Berawal dari Maraknya Radio CB Era 1970-an

Sebelum RAPI berdiri, pengguna radio Citizen Band atau radio 11 meter sudah marak di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat. Pada era 1970-an, radio CB dipakai warga sebagai sarana komunikasi antarmasyarakat.

Aktivitas itu belum punya landasan regulasi yang jelas. Penggunaannya berlangsung terbatas dan belum berada dalam satu wadah organisasi resmi.

Pemerintah lantas menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor S1.11/HK 501/Phb-80 tanggal 6 Oktober 1980 sebagai salah satu dasar perizinan penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk. Organisasi RAPI dibentuk pada 10 November 1980 melalui SK Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Nomor 125/Dirjen/1980.

Adaptasi Frekuensi: dari 11 Meter ke VHF dan UHF

Tantangan datang pada akhir dekade 1980-an ketika penggunaan pita frekuensi komunikasi radio berubah. Radio 11 meter secara bertahap dibatasi, sementara pita VHF dan UHF berkembang.

Pegiat radio di Kalimantan Barat merespons dengan membangun dan memanfaatkan stasiun pengulang atau repeater di sejumlah lokasi strategis, terutama kawasan dengan ketinggian tertentu. Keberadaan repeater memperluas jangkauan komunikasi sehingga anggota tetap bisa saling terhubung meski jarak wilayah cukup berjauhan.

Kepengurusan Menyebar hingga Kabupaten dan Kecamatan

RAPI Kalimantan Barat tidak berhenti di tingkat daerah. Organisasi membentuk kepengurusan wilayah kabupaten/kota hingga tingkat lokal.

Sejumlah wilayah yang berkembang antara lain RAPI Wilayah 01 Kota Pontianak, RAPI Wilayah 10 Kabupaten Landak, dan RAPI Wilayah 13 Kabupaten Sekadau. Perkembangan itu menunjukkan radio komunikasi masih punya tempat di tengah kemajuan teknologi digital dan jaringan telekomunikasi seluler yang makin luas.

Bantuan Komunikasi, dari Arus Mudik hingga Kebencanaan

Aktivitas RAPI bukan sekadar komunikasi antarpengguna. Organisasi ini punya tradisi pengabdian lewat kegiatan Bantuan Komunikasi (Bankom).

Anggota RAPI kerap dilibatkan mendukung komunikasi pada pengamanan arus mudik dan balik, kegiatan olahraga, kegiatan keagamaan dan adat, agenda pemerintahan, hingga kegiatan sosial lainnya.

Dalam situasi tertentu, jaringan komunikasi radio menjadi alternatif ketika jaringan telekomunikasi seluler terganggu atau tidak tersedia. Kondisi itu penting bagi Kalimantan Barat yang memiliki kawasan pedalaman dan daerah dengan keterbatasan akses jaringan komunikasi.

Peran RAPI Kalbar juga menonjol dalam penanganan keadaan darurat dan kebencanaan. Banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kondisi darurat lain menjadi bagian dari pengabdian yang dijalankan organisasi ini.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top