KALIMANTAN BARAT — Timnas Indonesia meladeni Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026) malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Total nilai pasar skuad Merah Putih mencapai Rp396,9 miliar, dua kali lipat lebih dari Thailand yang hanya Rp165,13 miliar.
Selisih nilai pasar kedua finalis ini terbilang jomplang. Skuad asuhan pelatih Timnas Indonesia itu menempati peringkat teratas daftar tim dengan market value termahal di turnamen, meninggalkan Thailand jauh di bawahnya.
Indonesia lolos ke partai puncak usai keluar sebagai juara Grup A dengan koleksi tujuh poin dari tiga laga. Thailand menyusul sebagai juara Grup B dengan nilai enam.
Komposisi skuad Indonesia ditopang pemain-pemain yang berkarier di luar negeri. Kevin Diks menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi, mencapai Rp86,91 miliar.
Di bawahnya ada Emil Audero dengan Rp48,67 miliar, lalu Calvin Verdonk Rp43,45 miliar. Maarten Paes menyusul di angka Rp34,76 miliar, Dean James Rp29,55 miliar, Justin Hubner Rp17,38 miliar, dan Thom Haye Rp15,64 miliar.
Nilai pasar skuad Garuda sebenarnya masih bisa membengkak andai kapten Jay Idzes tersedia. Pemain dengan market value Rp243,34 miliar itu harus menepi karena cedera.
Di kubu Thailand, total nilai pasar skuad hanya menyentuh Rp165,13 miliar. Angka itu tak sampai setengah milik Indonesia.
Bek kiri Nicholas Mickelson menjadi pemain termahal Thailand dengan Rp17,38 miliar. Pemain klub Bundesliga, Elversberg, itu setara dengan nilai Justin Hubner di skuad Garuda.
Gelandang serang sekaligus kapten Chanathip Songkrasin ada di urutan kedua dengan Rp12,17 miliar. Nilai itu masih di bawah Thom Haye, pemain termahal Indonesia yang berlaga di kompetisi domestik.
Striker Supachai Chaided menyusul dengan Rp10,42 miliar, sementara gelandang Kakana Khamyok ditaksir Rp8,69 miliar.
Duel di final nanti melanjutkan persaingan panjang dua kekuatan sepak bola Asia Tenggara. Data 11v11 mencatat kedua tim sudah bertemu 78 kali di level senior dalam pertandingan resmi.
Thailand lebih superior dengan 37 kemenangan. Indonesia mengoleksi 25 kemenangan, sisanya 16 laga berakhir imbang.
Pertemuan pertama terjadi pada 31 Agustus 1957 di Turnamen Merdeka. Sejak itu, keduanya rutin bersua di berbagai ajang, termasuk Piala AFF dan kualifikasi Piala Dunia.
Laga final di Gelora Bung Karno menjadi panggung pembuktian apakah keunggulan nilai pasar Indonesia berbanding lurus dengan hasil di lapangan.