PONTIANAK — Pengawasan terhadap personel Satbrimob Polda Kalbar tidak berhenti saat jam dinas berakhir. Tiga anggota Provos diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengecek keberadaan personel di sejumlah titik yang selama ini masuk daftar lokasi terlarang, termasuk tempat hiburan malam.
Patroli tersebut menyasar kawasan-kawasan yang dinilai rawan menjadi tempat pelanggaran. Selain memastikan tidak ada personel yang berada di lokasi terlarang, petugas juga mengingatkan setiap anggota soal batasan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri.
Provos Satbrimob memilih jalur pembinaan ketimbang penindakan dalam operasi ini. Personel yang dijumpai diingatkan bahwa status sebagai anggota Polri melekat sepanjang waktu, bukan hanya ketika mengenakan seragam.
Aipda Sidiq, S.I.P. menegaskan patroli ini murni bagian dari upaya pencegahan. "Patroli ini merupakan bagian dari upaya pencegahan. Kita mengingatkan personel agar selalu menjaga diri, sikap dan perilaku, termasuk saat berada di luar jam dinas. Sebagai anggota Polri, ada aturan dan tanggung jawab yang harus tetap dipatuhi," ujarnya.
Menurut Sidiq, kedisiplinan tidak cukup ditunjukkan di lapangan saat menjalankan tugas. Sikap sehari-hari di luar kedinasan menjadi cerminan profesionalisme seorang anggota.
Ia mengajak seluruh personel Satbrimob Polda Kalbar untuk saling mengingatkan dalam pergaulan sehari-hari. Kebebasan di luar jam dinas bukan alasan melepas tanggung jawab sebagai anggota institusi.
"Jangan sampai karena berada di luar jam dinas kemudian kita merasa bebas melakukan apa saja. Kita tetap membawa nama institusi. Karena itu, mari saling mengingatkan agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat menjadi pelanggaran maupun merugikan diri sendiri dan satuan," katanya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Dansatbrimob Polda Kalbar, Kombespol Dede Rojudin, S.I.K., M.H., M.Han., membangun budaya disiplin dari dalam tubuh satuan. Pengawasan dilakukan berkala untuk memastikan setiap personel memahami dan mematuhi ketentuan yang berlaku.
Satbrimob menilai langkah preventif lebih efektif ketimbang penanganan setelah pelanggaran terjadi. Potensi masalah diharapkan terdeteksi dini sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Melalui pembinaan dan pengawasan konsisten, seluruh personel diharapkan menjaga sikap dan perilaku di setiap kesempatan. Profesionalisme saat bertugas harus diimbangi kemampuan menjaga nama baik satuan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Satbrimob Polda Kalbar membangun personel yang disiplin, bertanggung jawab dan berintegritas, baik ketika melaksanakan tugas maupun saat berada di tengah kehidupan masyarakat.