Anggota DPR RI Beri Kuliah Umum di PKKMB UPGRI Pontianak, Mahasiswa Baru Diminta Tak Sekadar Kuliah

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:47:01 WIB
Anggota DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menyampaikan materi dalam kuliah umum PKKMB Universitas PGRI Pontianak.

PONTIANAK — Kuliah umum itu menjadi bagian dari rangkaian PKKMB hari ketiga Universitas PGRI Pontianak. Mahasiswa baru mendapat pembekalan langsung dari Anggota DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie. Rektor UPGRI Pontianak Muhammad Firdaus menilai kehadiran narasumber dari kalangan eksternal kampus memberi perspektif tambahan bagi mahasiswa baru.

Firdaus berharap pembekalan tersebut mendorong mahasiswa lebih giat menjalani perkuliahan. Materi yang disampaikan Alkadrie menyentuh soal pembentukan karakter mahasiswa. Menurut Firdaus, hal itu sejalan dengan target kampus agar mahasiswa lulus tepat waktu dalam empat tahun.

"Kegiatan PKKMB hari ketiga Alhamdulillah kami dihadiri narasumber, yaitu Bapak Haji Syarief Abdullah Alkadrie dan Alhamdulillah beliau telah menyampaikan materi berkaitan dengan karakter tentang teman-teman mahasiswa dan tentunya ini menambah wawasan bagi teman-teman mahasiswa untuk giat terus dalam berkuliah, dan sehingga apa yang diharapkan tadi mahasiswa tepat lulusan tepat waktu empat tahun bisa selesai," ujar Muhamad Firdaus.

Adaptasi dari Bangku SMA ke Dunia Akademis

Syarief Abdullah Alkadrie menuturkan kuliah umum itu bertujuan memberi motivasi kepada mahasiswa baru yang tengah beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi. Ia menyoroti perbedaan mendasar antara kehidupan sekolah menengah atas dan kehidupan sebagai insan akademis. Menurutnya, mahasiswa baru perlu memahami perbedaan itu sejak awal.

"Kita memberikan motivasi kepada mahasiswa baru karena mereka ini kan baru beradaptasi untuk masuk ke dunia baru sebagai insan akademis, ya tentu kita harapkan mereka dapat membawa dirinya untuk belajar dengan baik karena Berbeda antara masih di bangku sekolah SMA ya dengan di perguruan tinggi," kata Syarief Abdullah.

Nasionalisme sebagai Fondasi Mahasiswa Baru

Penguatan nasionalisme menjadi salah satu poin yang ditekankan Alkadrie. Ia menilai semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin luas informasi dan lingkungan yang dihadapi. Pola pikir mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan tersebut.

"Saya kira penting karena memang semakin tinggi pendidikan seseorang ini, kan semakin banyak informasi yang mereka miliki, pola-pola pikirnya itu kan beradaptasi dengan berbagai macam lingkungan, maka tentu penguatan nasionalisme itu selalu harus menjadi yang terdepan bagi mereka bahwa mereka tahu kita ini punya tanggung jawab untuk mempertahankan terhadap kedaulatan bangsa," ucapnya.

Alkadrie juga meminta mahasiswa memahami sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, kesempatan mengenyam pendidikan yang dinikmati generasi sekarang tidak lepas dari perjuangan para pendahulu.

Mampu Bersaing dan Menghasilkan Karya

Selain nasionalisme, Alkadrie mendorong mahasiswa baru meningkatkan kemampuan intelektual. Persaingan dinilai akan semakin ketat seiring kemajuan suatu bangsa. Ia berharap status mahasiswa tidak berhenti sebagai identitas semata.

"mempersiapkan diri menguatkan terhadap kemampuan, terutama kemampuan intelektual, karena tidak ada jalan lain karena dengan semakin majunya suatu bangsa, semakin persaingannya juga semakin tinggi sehingga dengan demikian ya tentu mahasiswa-mahasiswa ini harus betul-betul mempersiapkan, tidak hanya dia sebagai hanya ya mengambil status sebagai mahasiswa, tetapi yang lebih dari itu, ya tentu kita harapkan dia betul-betul bisa mengimplementasikan sebagai mahasiswa, Dia mampu beradaptasi, dia mampu bersaing, dia mampu memberikan gagasan, dia mungkin bisa melakukan suatu karya-karya yang sesuai dengan bidangnya, sehingga tentu ini akan mendapat apresiasi," jelasnya.

Pembekalan dalam kuliah umum tersebut menutup rangkaian PKKMB hari ketiga Universitas PGRI Pontianak. Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya menjalani perkuliahan rutin, tetapi juga mampu beradaptasi, bersaing, menyampaikan gagasan, dan menghasilkan karya sesuai bidang yang ditekuni.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top