PONTIANAK — Kapolsek Pontianak Utara I Made Aris Candra Putra menjelaskan, korban ditemukan setelah tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Pontianak Utara, Dit Polairud Polda Kalbar, BPBD Kota Pontianak, Damkar Hunter, dan warga sekitar menyisir tepian sungai.
“Korban ditemukan sekitar pukul 15.50 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” kata I Made Aris Candra Putra saat dikonfirmasi pada Selasa (6/10/2026).
Peristiwa bermula sekitar pukul 14.35 WIB. Korban datang ke tepian Sungai Kapuas untuk menyusul kakaknya, ZA, yang sedang bermain bersama teman-temannya.
SP kemudian ikut bermain di sekitar tepian sungai. Saat itulah korban tergelincir dan jatuh ke dalam sungai.
Melihat adiknya tenggelam, ZA berusaha menolong menggunakan pelampung yang ada di sekitar lokasi. Upaya itu tidak berhasil menemukan korban.
Sang kakak lalu meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian. Personel Polsek Pontianak Utara yang menerima informasi sekitar pukul 14.50 WIB langsung menuju lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang diterima polisi, korban diketahui belum bisa berenang. Peristiwa tersebut diduga merupakan kecelakaan.
Setelah ditemukan, korban dievakuasi ke RS Pontianak Utara. Petugas medis melakukan pemeriksaan EKG dan tindakan resusitasi jantung paru (RJP), namun tidak ditemukan denyut nadi maupun detak jantung korban.
Pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 16.08 WIB. Jenazah kemudian dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Jalan Darma Putra, Gang Darma Putra 21, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara.
I Made mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di sekitar tepian sungai.
“Kami mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di sekitar tepian sungai. Jangan sampai anak bermain sendiri tanpa pengawasan karena kondisi arus sungai dapat membahayakan,” pungkasnya.
Polisi bersama unsur terkait mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.