KUBU RAYA — Sukiryanto menilai temuan lapangan soal kondisi remaja di Kubu Raya perlu dibahas lintas perangkat daerah agar program yang disusun tidak salah sasaran. Kegiatan diseminasi itu dihadiri jajaran perangkat daerah, pemerintah desa, kader, dan sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat pendampingan desa model.
Menurut Sukiryanto, perhatian pada remaja merupakan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia. Remaja sebagai generasi penerus perlu mendapat perhatian menyeluruh, mulai dari kesehatan dan gizi, perlindungan, hingga kesiapan menghadapi masa depan.
Dalam arahannya, Sukiryanto menegaskan hasil analisa yang sudah dilakukan jangan berhenti pada penyajian data maupun rekomendasi. Temuan di lapangan harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program yang terukur dan berkelanjutan.
"Karena itu, hasil analisa yang sudah dilakukan jangan berhenti pada penyajian data maupun rekomendasi. Temuan di lapangan harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program yang terukur dan berkelanjutan," ujar Sukiryanto.
Ia menambahkan, setiap persoalan yang ditemukan melalui analisis situasi harus memiliki tindak lanjut yang jelas. Rekomendasi yang disusun pun harus disertai pembagian peran dan penanggung jawab agar bisa diterapkan secara nyata.
ANSIT Remaja dilaksanakan di empat desa model, yakni Desa Kuala Mandor B, Desa Sungai Enau, Desa Lingga, dan Desa Mega Timur. Pelaksanaannya melibatkan remaja serta berbagai unsur di tingkat desa, sekolah, puskesmas, dan masyarakat.
Sukiryanto mendorong Tim Pendamping Desa Model memperkuat koordinasi dengan pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Unsur tersebut meliputi pemerintah desa, puskesmas, sekolah, kader, Forum Generasi Berencana (Genre), Forum Anak, serta masyarakat setempat.
Melalui penguatan koordinasi dan pendampingan tersebut, desa model diharapkan berperan lebih optimal mendukung pencegahan stunting di Kubu Raya. Hasil analisis tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga acuan merancang program yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Upaya ini diharapkan mendorong terwujudnya generasi Kubu Raya yang sehat, terlindungi, memiliki kecukupan gizi, serta siap menghadapi tantangan masa depan.