SINGKAWANG — Raqilla Zahfira Nisaori bersaing di dua kelas sekaligus pada kejuaraan terbuka dua tahunan yang diselenggarakan Pengprov IKASI Jawa Barat tersebut. Selain menyabet emas, ia juga membawa pulang perak dari kelas sabel yang dipertandingkan.
Turnamen itu diikuti sekitar 700 atlet dari 52 klub anggar di seluruh Indonesia. Ajang berskala nasional ini mempertandingkan tujuh kelompok usia dan menjadi tolok ukur pembinaan atlet anggar usia dini di tanah air.
Keberhasilan Raqilla di atas arena anggar lahir dari lingkungan keluarga yang menjunjung nilai kedisiplinan, ketangguhan, dan komitmen. Nilai-nilai itu melekat pada sosok sang ayah sebagai polisi lalu lintas.
Disiplin yang diterapkan Aipda Suhendro dalam kehidupan sehari-hari bertransformasi menjadi mentalitas juara dalam diri Raqilla. Modal itu membuatnya mampu bersaing ketat dan menyisihkan ratusan atlet dari puluhan klub anggar se-Indonesia.
Raqilla juga merupakan cucu dari Ketua KONI Kota Singkawang, Bambang Stiadi, S.H. Latar belakang keluarga yang dekat dengan dunia olahraga ikut membentuk jalur pembinaan atlet muda ini.
West Java Fencing Challenge 2026 menjadi salah satu wadah kompetisi bergengsi bagi atlet anggar usia dini. Pesertanya datang dari berbagai provinsi dengan level pembinaan yang beragam.
Bagi Singkawang, capaian Raqilla menambah daftar prestasi atlet muda daerah di kancah nasional. Kompetisi ini juga menjadi ajang uji mental sebelum atlet melangkah ke level yang lebih tinggi.
Humas Polres Singkawang menilai capaian ini sebagai contoh hasil positif pembinaan generasi muda di lingkungan keluarga besar Polri. Penanaman karakter yang konsisten sejak dini diharapkan terus mendukung anak-anak berprestasi di bidang olahraga.
Prestasi semacam ini juga diharapkan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar atlet muda Singkawang terus muncul di podium kejuaraan.