LANDAK — Kabupaten Landak memperingati hari jadi ke-27 dengan mengusung semangat evaluasi, perencanaan masa depan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Momentum ini menjadi refleksi bagi pemerintah daerah untuk memacu pembangunan yang lebih pesat.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyebut usia ke-27 tahun sebagai momentum strategis untuk melihat kembali pencapaian sekaligus merancang masa depan kabupaten secara komprehensif.
Karolin berharap pembangunan di Kabupaten Landak mendapat dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Menurutnya, dukungan itu diperlukan agar pembangunan daerah bisa meningkat lebih pesat ke depan.
"Tentu harapan pemerintah daerah Kabupaten Landak, kita mengharapkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar pembangunan di Kabupaten Landak bisa ditingkatkan, bisa bertambah pesat ke depan," ujar Karolin, di Kantor Bupati Landak, Senin, 12 Oktober 2026.
Karolin menyoroti tantangan pengelolaan APBD, khususnya upaya menggali Pendapatan Asli Daerah. Pemerintah daerah didorong memaksimalkan potensi pendapatan mandiri, tetapi regulasi nasional soal keuangan pusat dan daerah membatasi ruang gerak mereka.
"Namun kita sadari bersama juga bahwa dalam undang-undang berkaitan dengan keuangan pemerintah pusat dan daerah, kemudian berhubungan dengan pajak dan retribusi, sangat terbatas apa yang menjadi kewenangan dari pemerintah daerah," kata Karolin.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Karolin berharap ada evaluasi bersama antara pemerintah pusat, legislatif, dan seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Ia meminta pemerintah pusat mempertimbangkan pengembalian beberapa kewenangan kepada daerah.
"Jika memang pemerintah daerah didorong untuk bisa terus meningkatkan pendapatan asli, kami juga minta agar dipertimbangkan ada beberapa kewenangan yang dikembalikan kepada daerah, sehingga bisa kita optimalkan untuk langsung digunakan oleh masyarakat di daerah," ungkapnya.
Perayaan HUT ke-27 juga diisi pemberian apresiasi kepada masyarakat dan kelompok warga yang menorehkan prestasi, khususnya generasi muda yang berhasil membawa nama Indonesia dan meraih juara di kancah internasional.
Karolin berharap anak muda berprestasi itu mendapat perhatian dan rangkulan dari organisasi tingkat pusat agar potensi mereka terus berkembang. Ia mengingatkan persaingan global membutuhkan proses jangka panjang yang konsisten.
"Namun demikian untuk bersaing di tingkat internasional, mereka perlu pembinaan yang berkelanjutan, perlu latihan, dan perlu untuk bisa agar mengikuti kejuaraan-kejuaraan tersebut," pungkas Karolin.
Ia berharap prestasi anak-anak muda Landak terus mengharumkan nama kabupaten asal mereka sekaligus bangsa Indonesia di kancah global.