SINGKAWANG — Ketua BAZNAS Kota Singkawang H. Mahmudi menegaskan bantuan sembako itu merupakan amanah dari para muzaki yang harus segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan, terutama korban musibah. Ia menyebut kebakaran yang menimpa rumah Kartini sebagai duka bersama warga kota.
"Ini adalah salah satu tugas dan fungsi BAZNAS, yaitu hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Musibah kebakaran yang dialami Ibu Kartini adalah duka kita bersama. Semoga bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban beliau dan keluarga. Kami juga mendoakan agar Ibu Kartini diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi cobaan ini," kata Mahmudi.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap musibah yang menimpa Kartini. Selain dukungan moril, BAZNAS menyerahkan kebutuhan pokok untuk meringankan beban korban dan keluarganya.
Kegiatan tersebut masuk dalam program BAZNAS Singkawang Peduli. Program itu menyasar penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan bagi warga Kota Singkawang yang tertimpa musibah.
Mahmudi menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Singkawang. Menurutnya, kepercayaan itu membuat lembaga amil bisa bergerak cepat membantu sesama.
"Terima kasih kepada para muzaki. Berkat zakat, infak, dan sedekah yang Anda titipkan, kami bisa bergerak cepat membantu sesama. Mari terus kita kuatkan kepedulian dan solidaritas sosial di Kota Singkawang," ujarnya.
Kartini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Singkawang yang dinilainya peduli dan datang langsung memberikan bantuan. Rumahnya di Jalan Ma'had Usman, Kelurahan Setapuk Besar, ludes terbakar dan menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.
Bantuan diserahkan secara langsung oleh Mahmudi didampingi para relawan zakat BAZNAS Kota Singkawang di lokasi kediaman korban. Penyaluran itu menjadi bagian dari upaya BAZNAS menghadirkan dukungan bagi warga Singkawang yang sedang menghadapi kesulitan.