KALIMANTAN BARAT — Rekaman gameplay ANANTA versi mobile beredar di media sosial dan memperlihatkan tampilan visual open world yang cukup menjanjikan di smartphone. Video bukan dari kanal resmi pengembang ini menampilkan antarmuka permainan, termasuk menu pemilihan karakter yang masih berbahasa China. Kemunculannya memberi gambaran awal bagi gamer yang menantikan game besutan Naked Rain dan NetEase Games tersebut di perangkat mobile.
Rekaman tersebut memperlihatkan lingkungan Nova City dan sejumlah elemen navigasi yang diakses lewat layar sentuh. Dari situ, pemain bisa membayangkan bagaimana menu dan pilihan karakter akan dioperasikan di smartphone, meski desain akhirnya masih berpeluang berubah sebelum peluncuran resmi.
Fokus utama video yang beredar terletak pada user interface (UI) versi mobile. Sejumlah menu dan elemen navigasi ditampilkan, termasuk tampilan pemilihan karakter yang masih menggunakan bahasa China.
Rekaman ini belum berasal dari kanal resmi pengembang, sehingga statusnya lebih sebagai bocoran awal ketimbang materi promosi. Meski begitu, video tersebut cukup memberi petunjuk soal cara pemain berinteraksi dengan game di perangkat mobile.
ANANTA membawa pemain menjelajahi Nova City, kota modern yang menawarkan eksplorasi lingkungan perkotaan, interaksi dengan karakter lain, penggunaan kendaraan, hingga pergerakan akrobatik antargedung. Skala dunia seperti itu menjadi ujian berat bagi smartphone.
Menjaga kualitas visual dan responsivitas permainan di tengah lingkungan yang padat menjadi tantangan tersendiri. Game open world dengan detail tinggi biasanya menuntut komponen perangkat yang mumpuni, terutama saat banyak efek visual muncul bersamaan.
Belum ada informasi yang cukup untuk memastikan frame rate, resolusi aktual, kestabilan performa saat pertarungan, maupun suhu perangkat ketika game berjalan dalam waktu lama. Video yang beredar juga tidak memperlihatkan situasi gameplay berat secara menyeluruh.
Spesifikasi minimum dan rekomendasi smartphone dari pengembang masih menjadi informasi penting yang ditunggu. Ini krusial bagi pengguna ponsel kelas menengah yang ingin ikut memainkan game tersebut tanpa harus membeli perangkat flagship.
Performa sesungguhnya baru bisa dinilai melalui pengujian menyeluruh, terutama saat pertarungan berlangsung di area ramai dengan banyak efek visual. Optimasi pada perangkat dengan kemampuan berbeda akan menentukan seberapa nyaman game ini dinikmati.
Karena itu, video yang beredar sebaiknya dipandang sebagai gambaran awal, bukan bukti final bahwa ANANTA akan berjalan mulus di semua smartphone. Pengembang masih punya ruang untuk menyempurnakan build sebelum peluncuran.
Jika pengembang mampu mempertahankan kualitas visual sambil menjaga performa tetap stabil, ANANTA bisa menjadi pilihan menarik bagi gamer yang ingin bermain tanpa PC atau console. Pasar gamer mobile di Indonesia cukup besar, dan kehadiran game open world berkualitas tinggi berpotensi mengubah preferensi pemain.
Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil pengujian nyata dan daftar spesifikasi perangkat yang akan diumumkan pengembang.