Pemkot Pontianak Targetkan 1-2 RW Berbasis Kampung Iklim di 29 Kelurahan

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:17:01 WIB
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di lingkungan RT dan RW.

PONTIANAK — Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menilai perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kondisi yang sudah dirasakan warga saat ini. Peningkatan suhu, cuaca tidak menentu, hingga pasang air laut yang memicu genangan di sejumlah wilayah menjadi alasan ProKlim didorong menjadi gerakan masyarakat. Menurutnya, gerakan itu harus dimulai dari lingkungan paling dekat dengan warga, yakni RT, RW, dan kelurahan.

ProKlim Jadi Instrumen Adaptasi dan Mitigasi di Tingkat RT dan RW

Bahasan menyebut ProKlim sebagai salah satu instrumen penting untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Bentuknya bisa dimulai dari langkah sederhana di lingkungan sekitar. Mulai dari penghijauan pekarangan, pemanenan air hujan, menjaga parit dan sungai, hingga pengelolaan sampah dengan konsep 3R. Warga juga didorong mengurangi plastik sekali pakai serta menghemat energi dan air.

"Kita membutuhkan gerakan bersama yang masif dan dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat, yaitu RT, RW dan kelurahan," ujarnya saat membuka sosialisasi tersebut.

Target 1-2 RW per Kelurahan, Camat dan Lurah Jadi Motor Penggerak

Pemkot Pontianak menargetkan setiap kelurahan melahirkan sedikitnya satu hingga dua RW berbasis ProKlim. Bahasan meminta camat dan lurah mengidentifikasi potensi lokal di wilayah masing-masing. Pemuda, PKK, tokoh masyarakat, dan seluruh warga diminta dirangkul agar program tidak berhenti di tingkat sosialisasi.

"Saya ingin minimal satu sampai dua RW berbasis ProKlim lahir di setiap kelurahan. Camat dan lurah harus menjadi motor penggerak, identifikasi potensi lokal, rangkul pemuda, PKK, tokoh masyarakat dan seluruh warga," katanya.

Modal Awal: 3 Kawasan Pontianak Raih Penghargaan ProKlim 2025

Pontianak dinilai memiliki modal cukup baik untuk memperluas ProKlim. Pada 2025, tiga kawasan di kota ini memperoleh penghargaan ProKlim dari Kementerian Lingkungan Hidup. Ketiganya adalah RW 27 Kampung Tangguh Bencana Siantan Hulu, RW 15 Kampung Tenun Batu Layang, serta RW 33 Kampung Gambut Siantan Hilir.

Bahasan menilai capaian itu belum cukup jika tidak menular ke wilayah lain. Ia berharap praktik baik dari tiga kawasan tersebut menjadi pemicu bagi RW lain di Pontianak.

"Prestasi ini jangan membuat kita puas. Justru harus menular ke RW lain. Kita ingin ProKlim menjadi kebutuhan dan budaya hidup baru masyarakat," tutupnya.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top