MELAWI — Kepala Dinas Sosial Kabupaten Melawi, Haji Oslan Junaidi, menyatakan penyaluran bantuan masih berjalan dan menyasar warga yang terdampak bencana kabut asap akibat karhutla. Bantuan diarahkan ke keluarga yang paling terdampak di sejumlah wilayah kabupaten.
"Lebih 2.000 kepala keluarga yang akan menerima bantuan," kata Oslan saat dikonfirmasi Suara Kalbar, Kamis (5/11/2026).
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok sehari-hari. Isinya antara lain beras, gula, mi instan, susu, dan mi goreng.
Paket kebutuhan pokok itu diharapkan meringankan beban warga yang terdampak karhutla. Kabut asap yang berlangsung hampir tiga bulan membuat aktivitas warga dan akses pangan terganggu.
Oslan menyebut Desa Sungai Raya, Kecamatan Pinoh Utara, sebagai salah satu wilayah yang sudah menerima penyaluran. "Salah satu desa yang sudah kita salurkan bantuan tersebut seperti di Desa Sungai Raya, Kecamatan Pinoh Utara," ujarnya.
Penyaluran dilakukan bertahap ke desa-desa lain yang masuk daftar penerima. Dinas Sosial Melawi belum merinci jumlah pasti penerima per kecamatan.
Dinas Sosial melibatkan sejumlah pihak agar bantuan sampai ke warga yang berhak. Unsur kepolisian, pemerintah kecamatan, Taruna Siaga Bencana (Tagana), penyuluh sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut mendampingi proses penyaluran.
Keterlibatan lintas instansi itu untuk memastikan pendataan penerima sesuai kondisi lapangan. Warga yang belum tercatat diminta melapor ke pemerintah desa atau kecamatan setempat.
Karhutla di Melawi tahun 2026 berlangsung hampir tiga bulan dan meninggalkan dampak kabut asap. Penyaluran bantuan Presiden menjadi salah satu bentuk penanganan pascabencana di daerah itu.