PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat meresmikan kerja sama pendidikan dengan beberapa kampus di Tiongkok, menandai babak baru dalam upaya meningkatkan kualitas SDM lokal. MoU ini mencakup program beasiswa penuh dan pertukaran mahasiswa yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran mendatang.
Salah satu poin utama dalam kerja sama ini adalah penyediaan beasiswa penuh bagi 50 mahasiswa Kalbar setiap tahunnya. Para penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di bidang teknik, manajemen bisnis, dan bahasa Mandarin.
“Program ini tidak hanya soal belajar di luar negeri, tapi juga membangun jaringan dan pemahaman lintas budaya yang dibutuhkan di era global,” ujar Gubernur Kalbar dalam sambutannya.
Lima universitas di Tiongkok tercantum dalam MoU tersebut, termasuk institusi yang masuk dalam daftar 100 besar dunia. Pemprov Kalbar menyebut pemilihan kampus mitra didasarkan pada reputasi akademik dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri di Indonesia.
Selain beasiswa, kerja sama ini juga membuka peluang riset bersama dan program magang bagi dosen dan peneliti asal Kalbar. “Ini investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga ahli yang bisa bersaing di pasar kerja internasional,” tambah Gubernur.
Pemprov Kalbar mengarahkan program studi prioritas pada sektor energi terbarukan, manufaktur, dan logistik. Bidang-bidang ini dinilai paling mendesak untuk menunjang pembangunan infrastruktur dan hilirisasi industri di provinsi tersebut.
Rencananya, seleksi penerima beasiswa akan dimulai pada semester pertama 2025. Pemprov bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah untuk menjaring kandidat terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Kalbar.
Sejumlah akademisi di Pontianak menyambut positif langkah ini. Rektor Universitas Tanjungpura, misalnya, menilai kerja sama dengan kampus Tiongkok bisa mempercepat transfer pengetahuan di bidang sains dan teknologi.
Namun, ia juga mengingatkan perlunya persiapan bahasa dan adaptasi budaya bagi mahasiswa. “Kesiapan mental dan bahasa Mandarin menjadi kunci keberhasilan program ini,” katanya.
Pemprov Kalbar berjanji akan menyediakan program pelatihan bahasa Mandarin intensif selama enam bulan sebelum keberangkatan. Semua biaya pelatihan ditanggung oleh APBD Kalbar.