KUBU RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Kubu Raya yang dinilai berhasil mentransformasi diri dari daerah pemekaran menjadi penggerak ekonomi regional. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan saat menjadi inspektur upacara peringatan hari jadi ke-19 kabupaten tersebut.
“Di usia 19 tahun, Kabupaten Kubu Raya bukan lagi sebagai remaja, akan tetapi masuk ke dalam tahap dewasa. Sembilan belas tahun merupakan perjalanan kematangan sebuah daerah yang bukan lagi sekadar wilayah pemekaran, akan tetapi telah menjelma menjadi salah satu motor penggerak ekonomi utama di Provinsi Kalimantan Barat,” kata Krisantus dalam sambutannya.
Krisantus menyoroti dua indikator utama yang menunjukkan keberhasilan pembangunan di Kubu Raya. Pertama, pertumbuhan ekonomi daerah ini secara konsisten berada di atas rata-rata provinsi. Kedua, Kubu Raya berhasil mencatatkan angka kemiskinan terendah se-Kalimantan Barat, yaitu hanya 3,99 persen.
“Ini membuktikan bahwa gerak maju pembangunan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya,” ucapnya di hadapan jajaran Forkopimda dan ASN setempat.
Mengusung tema “Dengan Semangat Gotong Royong, untuk Kubu Raya Melaju dan Sejahtera”, Krisantus menilai kepemimpinan Bupati Sujiwo dan Wakil Bupati Sukiryanto berhasil menerjemahkan nilai kebersamaan ke dalam berbagai program fisik dan pelayanan dasar. Beberapa di antaranya adalah sistem penyediaan air minum massal, pembangunan jalan poros desa bersama TNI melalui program TMMD, serta perbaikan Dermaga Feri Sumber Agung di Batu Ampar.
“Ini bukan sekadar untaian kata tanpa makna. Ini adalah komitmen, kompas, sekaligus panggilan jiwa bagi seluruh elemen masyarakat Kubu Raya. Nilai membangun dengan kebersamaan menjadi fondasi utama bagi capaian-capaian luar biasa yang berhasil diraih selama ini,” tuturnya.
Kondisi geografis Kubu Raya yang terdiri dari pulau-pulau dengan hutan mangrove terluas di Indonesia menjadi perhatian khusus. Krisantus mengingatkan bahwa tantangan geografis hanya bisa diatasi dengan kekompakan warga.
“Kehidupan bahari mengajarkan kita bahwa ombak dan tantangan di tengah lautan hanya bisa diarungi jika semua penumpang di dalam kapal mendayung bersama secara serentak. Itulah hakikat gotong royong yang sesungguhnya,” ujarnya.
Pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus berjalan beriringan dengan Pemkab Kubu Raya. Fokus utama ke depan meliputi penguatan konektivitas antarpulau, dukungan terhadap kemandirian pangan, dan pemerataan infrastruktur dasar hingga ke seluruh pelosok wilayah.
Di momen HUT ke-19, Krisantus juga mengajak aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Kubu Raya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kepada masyarakat, ia meminta agar tali persaudaraan semakin dipererat.
“Mari bersama kita mempererat tali persaudaraan, kobarkan terus semangat gotong royong di lingkungan masing-masing, jaga kondusivitas wilayah, pelihara kebersihan lingkungan, dan teruslah berinovasi,” tutupnya.