MEMPAWAH — Aksi penghijauan tersebut digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Pemerintah Kabupaten Mempawah. Tidak hanya PT Energi Unggul Persada (PT EUP), kegiatan ini juga didukung Indofood CBP, Komunitas Honda 70 Pontianak, Biker Indofood CBP, komunitas pegiat mangrove, serta masyarakat setempat.
Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Penghijauan Pesisir
Mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, penanaman ini menjadi wujud kolaborasi dunia usaha, komunitas, insan pers, pemerintah desa, hingga masyarakat. Business Unit Head PT EUP, Agus Tikno Widodo, menegaskan bahwa keikutsertaan perusahaannya merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan pesisir, khususnya di sekitar wilayah operasional.
Mangrove: Benteng Alami Lawan Abrasi
Menurut Agus, mangrove adalah benteng alami yang menjaga daratan dari terjangan laut. “Kehadirannya sangat penting untuk melindungi kawasan pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem,” ujarnya. Meskipun bergerak di sektor pengolahan minyak goreng, PT EUP berkomitmen mendukung program rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Ekosistem Pesisir
Agus mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menyukseskan gerakan pelestarian ini. “Harapan kami, mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik, menjaga kawasan pesisir dari abrasi, sekaligus menjadi sumber bibit untuk pengembangan mangrove secara berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.