KALIMANTAN BARAT — Laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Minggu (19/7), berubah menjadi pesta gol. Inggris dan Prancis bergantian mencetak angka hingga skor akhir 6-4 menjadi milik anak asuh Thomas Tuchel.
Bagi Inggris, ini adalah penampilan ketiga mereka di partai perebutan tempat ketiga. Sebelumnya, pada edisi 1990 dan 2018, Three Lions selalu pulang dengan kekalahan. Kemenangan ini sekaligus menjadi raihan peringkat ketiga perdana dalam sejarah keikutsertaan Inggris di Piala Dunia.
Prancis sempat unggul lebih dulu lewat aksi Kylian Mbappe di menit ke-12. Namun Inggris membalas melalui Jude Bellingham dan Declan Rice sebelum jeda. Skor 2-2 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua berlangsung gila. Enam gol tercipta dalam 30 menit, termasuk dua gol cepat Harry Kane dan Phil Foden yang membuat Inggris menjauh 4-2. Prancis sempat mendekat lewat Antoine Griezmann, namun gol Marcus Rashford dan Bukayo Saka memastikan kemenangan 6-4.
Meski gagal membawa pulang troju juara, Tuchel menegaskan pencapaian ini tetap bernilai. "Saya katakan kepada para pemain, kalian harus bangga. Ini bukan sekadar peringkat tiga. Kami memutus kutukan dan memberi sejarah baru untuk Inggris," ujar pelatih asal Jerman itu dalam konferensi pers usai laga.
Tuchel juga menyoroti mentalitas tim yang tidak menyerah meski sempat tertinggal. "Kami kebobolan duluan, tapi reaksi pemain luar biasa. Mereka bermain dengan keberanian dan itu yang saya minta sejak awal turnamen," tambahnya.
Harry Kane menutup turnamen dengan torehan enam gol, bersaing ketat dengan Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas. Sementara Bukayo Saka mencetak satu gol dan dua assist, menjadi motor serangan Inggris dari sisi kanan.
Bagi Prancis, kekalahan ini menjadi akhir pahit setelah tampil dominan sepanjang turnamen. Les Bleus hanya mampu finis di posisi keempat, menyamai catatan buruk mereka pada Piala Dunia 2002.
Inggris kini akan fokus pada kualifikasi Piala Eropa 2028 yang dimulai September mendatang. Tuchel menegaskan skuadnya tidak akan berpuas diri. "Kami lapar. Peringkat tiga bukan tujuan akhir, tapi awal dari sesuatu yang lebih besar," pungkasnya.