KALIMANTAN BARAT — Pasar motor listrik bekas di Indonesia mulai ramai seiring menjamurnya kendaraan listrik. Namun, Iwanbanaran.com melaporkan, membeli motor listrik bekas punya risiko berbeda dibanding motor bensin konvensional. Pusat perhatian utama bukan mesin atau CVT, melainkan baterai yang harganya bisa bikin "dengkul lemes".
Menurut penjelasan teknisi bengkel spesialis motor listrik yang dihimpun Iwanbanaran, baterai merupakan komponen termahal dalam motor listrik. Harganya mencapai 40-50 persen dari harga unit baru. "Kalau banderol motor 30 juta, biasanya baterainya berkisar 15-16 jutaan," tulis Iwanbanaran dalam artikelnya.
Nilai ini yang membuat pembeli motor listrik bekas wajib ekstra hati-hati. Jika baterai sudah ngedrop, biaya penggantian hampir setara beli motor baru setengah harga.
Teknisi menyarankan pengecekan indikator State of Health (SoH) baterai melalui instrumen spedometer atau alat diagnostic scanner khusus di bengkel. SoH di bawah 70-80 persen menjadi tanda bahaya karena jarak tempuh sudah merosot jauh dari standar pabrik. Baterai lithium-ion memiliki umur pakai yang dihitung berdasarkan siklus pengisian (charging cycle).
Selain baterai, ada tiga komponen utama yang wajib diperiksa. Pertama, motor penggerak BLDC atau dinamo. Pastikan putaran roda belakang halus, tidak ada suara kasar atau dengung abnormal, dan respon gas presisi tanpa jeda. Kedua, controller atau otak motor listrik. Seluruh fitur elektronik—indikator baterai, mode berkendara Eco/Sport, lampu, hingga sensor standar samping—harus berfungsi normal tanpa kode error di panel instrumen.
Ketiga, ketersediaan sparepart dan dukungan purna jual. Iwanbanaran mengingatkan agar pembeli memastikan merek motor listrik tersebut masih aktif beroperasi dan distributornya jelas. Jangan sampai membeli merek yang pabrikannya sudah gulung tikar, karena suku cadang elektronik sulit dicari.
Biaya perawatan harian motor listrik relatif lebih minim dibanding motor bensin karena tidak perlu ganti oli mesin rutin. Namun, kuncinya ada di pengecekan fisik baterai dan sistem kelistrikan di bengkel terpercaya sebelum transaksi. "Jangan cuma tergiur bodi mulus tapi baterainya sudah ngedrop parah," tulis Iwanbanaran.
Pembeli motor listrik bekas disarankan membawa unit ke bengkel spesialis untuk diagnostic scan sebelum memutuskan membayar. Dengan langkah ini, risiko kantong jebol akibat baterai rusak bisa diminimalkan.