KALIMANTAN BARAT — PT Federal International Finance (FIF) menutup paruh pertama 2026 dengan torehan kinerja positif. Laba bersih perusahaan mencapai Rp2,37 triliun, naik dari Rp2,27 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan penyaluran pembiayaan yang meningkat 7,07 persen secara tahunan menjadi Rp25,43 triliun.
Presiden Direktur FIF Indra Gunawan menyebut capaian ini sebagai cerminan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan yang adaptif. "Bagi FIF, pertumbuhan ini menjadi refleksi dari kepercayaan masyarakat serta konsumen setia yang terus meningkat terhadap layanan pembiayaan yang relevan dan adaptif dengan kebutuhan di tengah kondisi perekonomian yang dinamis," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8).
Dari lima portofolio yang dijalankan, FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor Honda menempati posisi terdepan. Lini ini bersaing ketat dengan SPEKTRA yang menangani pembiayaan elektronik, gadget, dan perabot rumah tangga, serta DANASTRA untuk pembiayaan multiguna.
Dua portofolio lain, FINATRA dan AMITRA, masing-masing melayani segmen berbeda. FINATRA fokus pada pembiayaan mikro produktif bagi pelaku UMKM, sementara AMITRA khusus menangani pembiayaan syariah untuk ibadah Haji dan Umrah. Kontribusi kelima lini ini membuat total aset pembiayaan perusahaan tetap stabil di tengah dinamika ekonomi.
Kinerja semester ini melanjutkan tren positif yang sudah terbangun sejak tahun lalu. Sepanjang 2025, FIF membukukan laba bersih Rp4,63 triliun, tumbuh 4,92 persen dari Rp4,42 triliun pada 2024. Pola yang sama terulang: FIFASTRA menjadi penopang utama pertumbuhan.
Indra menegaskan komitmen perusahaan untuk terus membaca kebutuhan pelanggan. "Ke depan, FIF akan terus memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan agar dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan nilai tambah yang berkelanjutan," ucapnya.
Dengan pasar sepeda motor domestik yang masih solid, peran FIFASTRA diprediksi tetap signifikan mendorong kinerja FIF hingga akhir tahun. Perusahaan juga diproyeksikan mempertahankan pertumbuhan laba seiring strategi ekspansi pembiayaan di segmen mikro dan syariah yang mulai menunjukkan kontribusi nyata.