KALIMANTAN BARAT — Kenaikan penjualan selama PRJ ini bukan sekadar angka musiman. Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menyebut lonjakan tersebut menjadi sinyal bahwa perilaku konsumen sedang bergeser. "Lonjakan penjualan 4x lipat di PRJ menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai menjadikan kendaraan listrik sebagai rutinitas harian," ungkapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (8/8/2026).
Hingga saat ini, Polytron mengklaim populasi pengguna motor listriknya di Indonesia hampir mencapai 70.000 orang. Pertumbuhan ini tidak lepas dari efek pengalaman konsumen yang menyebar lewat komunitas dan media sosial, bukan hanya dari gempuran iklan.
Di tengah tren positif ini, Polytron mengandalkan FOX 350 sebagai model utama. Motor listrik ini tidak hanya mengejar jarak tempuh, tetapi juga menghadirkan fitur yang biasanya ada di skuter matik konvensional kelas menengah.
Kombinasi fitur ini menjawab salah satu kekhawatiran utama calon pembeli motor listrik: rasa aman dan kemudahan berkendara. Hill start assist, misalnya, adalah fitur yang sangat membantu pengendara di kota dengan kontur jalan menanjak seperti Jakarta Selatan atau Bandung.
Setelah hasil positif di PRJ, Polytron tidak membiarkan momentum ini mendingin. Perusahaan menyiapkan sejumlah program penjualan khusus sepanjang Agustus 2026. Sayangnya, detail skema promo — apakah berupa potongan harga langsung, bonus aksesoris, atau kemudahan cicilan — belum diumumkan secara resmi.
Bagi calon pembeli, periode ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk serius membandingkan. Namun, keputusan membeli sebaiknya tidak hanya berdasarkan promo. Pertimbangkan kebutuhan jarak tempuh harian dan akses ke layanan purna jual di kotamu.
Meski angka penjualan dan populasi pengguna menunjukkan tren naik, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk motor listrik Polytron.
Kenaikan penjualan 4 kali lipat di PRJ adalah kabar baik bagi ekosistem kendaraan listrik nasional. Namun, keputusan pembelian tetap harus didasari riset yang matang, bukan sekadar ikut tren atau tergiur promo.