Brentford Gagal ke Eropa di Hari Terakhir, Keith Andrews Hadapi Musim Kedua yang Lebih Berat

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:39:01 WIB
Brentford harus mengakhiri musim dengan hasil imbang di Anfield, yang membuat mereka gagal mengamankan tiket ke kompetisi Eropa.

KALIMANTAN BARAT — Musim kedua Keith Andrews sebagai manajer akan dimulai dengan ekspektasi yang berbeda. Setelah membuktikan diri mampu menggantikan Thomas Frank dan nyaris membawa Brentford menembus kompetisi Eropa, tantangan kini berbalik: membuktikan bahwa pencapaian musim lalu bukan sekadar keberuntungan pemula.

Padahal, pada pekan terakhir musim lalu, peluang itu terbuka lebar. Brighton kehilangan poin saat kalah dari Manchester United, tetapi Brentford gagal memanfaatkannya. Hasil imbang di Anfield membuat selisih gol menjadi penentu—dan Brentford kalah bersaing untuk posisi kedelapan yang mengarah ke Liga Europa. Ouattara, pemain sayap asal Burkina Faso, menjadi sorotan setelah sundulannya di menit akhir melenceng tipis dari sasaran.

Igor Thiago dan Tekanan Musim Kedua

Penyerang asal Brasil itu tampil impresif sepanjang musim hingga terpilih masuk skuad Piala Dunia. Namun, catatan akhir musimnya menjadi perhatian: hanya satu gol dalam enam laga terakhir, tepat saat tim membutuhkan ketajamannya. Ia kini akan didukung Callum Wilson yang bergabung dengan status bebas transfer, plus Jaidon Anthony yang datang dari Burnley untuk menambah opsi di lini depan.

Andrews sadar bahwa lawan kini lebih siap membaca strateginya. "Kami tidak akan merekrut pemain kecuali merasa mereka cocok dengan budaya dan nilai yang kami miliki," ujarnya dalam sesi latihan pramusim di Portugal, merespons minimnya aktivitas transfer tim.

Mamadou Sangaré: Rekor Pembelian yang Menjanjikan

Brentford memecahkan rekor transfer klub dengan menebus Mamadou Sangaré dari Lens senilai £35 juta. Gelandang asal Mali itu tampil menonjol musim lalu, nyaris membawa Lens merebut gelar Ligue 1 dari Paris Saint-Germain, dan masuk tim terbaik liga. Catatan Opta menunjukkan hanya Elliot Anderson dan Exequiel Palacios yang lebih unggul dalam hal perebutan kembali penguasaan bola di lima liga top Eropa.

"Dia menambah kualitas yang belum kami miliki," kata Andrews tentang pemain yang diharapkan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Jordan Henderson dan Christian Nørgaard. Henderson, yang pindah ke Chelsea, memang lebih terasa kehilangannya dari sisi kepemimpinan—ia hanya tampil 22 kali sebagai starter musim lalu.

Kondisi Finansial dan Rencana Komersial Baru

Laporan keuangan 2024-25 mencatat kerugian £21 juta, angka yang relatif kecil dibanding klub Premier League lain. Penjualan Bryan Mbeumo dan Yoane Wissa musim panas lalu membantu menyeimbangkan neraca, tetapi Brentford tetap mencari pemasukan tambahan. Konsultasi publik tengah dilakukan untuk rencana menggelar enam konser musik di Gtech Community Stadium, yang berada di kawasan pemukiman padat penduduk.

Sponsor utama klub kini Indeed, menggantikan perusahaan taruhan asal Afrika Selatan. Kerja sama lengan jersey dengan Cazoo juga diperpanjang. Di sisi kepemilikan, investor baru ikut masuk: bankir investasi Prakash Melwani dan eksekutif musik Sir Lucian Grainge mengambil saham minoritas, menyusul langkah Gary Lubner dan Sir Matthew Vaughn sebelumnya.

Statistik yang Perlu Dibenahi

Ketergantungan Brentford pada bola mati menurun drastis musim lalu. Mereka hanya mencetak 10 gol dari situasi set-piece, catatan terburuk bersama sepanjang karier mereka di Premier League. Hanya tiga tim lain yang lebih buruk dalam aspek ini. Padahal, sejak promosi, Brentford selalu dikenal sebagai tim paling mematikan dalam memanfaatkan tendangan bebas dan corner.

Andrews, yang sebelumnya dikenal sebagai spesialis set-piece, perlu mengembalikan ketajaman itu. Dengan kehadiran Sangaré yang agresif dalam merebut bola, tekanan tinggi yang menjadi ciri khas Brentford diharapkan kembali hidup. Konsistensi sepanjang musim, bukan hanya kemampuan bangkit dari keterpurukan, akan menjadi kunci untuk melampaui posisi kesembilan musim lalu.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top