956 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan Barat, Ketapang Catat 509 Hotspot dan Mendominasi Karhutla

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 13:46:31 WIB
Satelit mendeteksi 956 titik panas di Kalimantan Barat, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Ketapang yang mencapai 509 hotspot.

PONTIANAK — Ribuan titik panas yang terpantau satelit tersebut tersebar di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Dari total 956 hotspot, mayoritas berada pada tingkat kepercayaan menengah dengan jumlah 894 titik, sementara 50 titik berstatus kepercayaan tinggi dan 12 titik lainnya berstatus rendah.

Konsentrasi terpadat masih berada di Ketapang. Wilayah selatan Kalimantan Barat itu menyumbang lebih dari separuh total hotspot, dengan rincian 477 titik berstatus menengah, 28 titik berstatus tinggi, dan 4 titik berstatus rendah.

Sebaran Titik Panas di 13 Kabupaten Kota

Setelah Ketapang, Kabupaten Kubu Raya mencatatkan 93 titik panas. Disusul Kayong Utara dengan 92 titik dan Melawi yang mencapai 73 titik. Sintang mencatat 42 titik, Kapuas Hulu 41 titik, Bengkayang 26 titik, serta Sanggau 25 titik.

Wilayah lain mencatat angka lebih rendah, yakni Sekadau 17 titik, Sambas 12 titik, Landak 11 titik, Singkawang 9 titik, dan Mempawah 6 titik. Satu-satunya wilayah yang nihil hotspot adalah Kota Pontianak.

Mengapa Titik Panas di Ketapang Selalu Mendominasi?

BMKG menjelaskan deteksi titik panas dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar. Teknologi ini mengidentifikasi anomali suhu panas yang berbeda dari kondisi lingkungan di sekitarnya.

Namun, metode ini memiliki keterbatasan. Wilayah yang tertutup awan tebal maupun berada di blank zone berpotensi tidak terdeteksi, sehingga jumlah sebenarnya di lapangan bisa lebih tinggi dari angka yang dilaporkan.

Imbauan untuk Warga di Zona Rawan Karhutla

Masyarakat di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi diminta tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Aktivitas tersebut berisiko memicu karhutla yang meluas, terutama di musim kemarau.

Warga yang menemukan indikasi kebakaran lahan diminta segera melaporkan ke aparat setempat atau petugas pemadam kebakaran. Penanganan dini menjadi kunci agar api tidak menyebar ke area perkebunan maupun permukiman.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: kalbarnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top