KUBU RAYA — Kontingen judo Kubu Raya menuntaskan Kejurprov Kalbar dengan raihan satu medali emas dan lima perunggu. Perolehan itu menempatkan Kubu Raya di posisi keempat, di bawah Kota Pontianak, Landak, dan Ketapang yang mengisi tiga besar.
Emas satu-satunya dipersembahkan Aprilia Putri Santosa di kelas Putri -55 Kg. Adapun lima perunggu masing-masing diraih Sherly Devilla Yuliani (Putri -57 Kg), Anggun Pratama (Putri +57 Kg), Husain Nashrullah Prasetiyo (Putra -55 Kg), Davis Akhdan Fabiansyah (Putra -60 Kg), dan Arrur Rudin (Putra -66 Kg).
Kejurprov yang diikuti atlet judo se-Kalbar ini menjadi ajang pengukuran kemampuan daerah menjelang agenda kompetisi yang lebih tinggi. Bagi Kubu Raya, keenam medali tersebut menjadi modal berharga untuk pembinaan jangka panjang.
Keberhasilan ini tidak lepas dari proses latihan yang berjalan konsisten di tingkat kabupaten. Tim Official Pelatih Kubu Raya, Yudo Prasetiyo, menyebut capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga Judo Kubu Raya dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah.
“Alhamdulilah, atlet judo Kubu Raya meraih enam medali. Satu medali emas dan lima medali perunggu,” ungkapnya, Rabu (26/8/2026).
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa regenerasi atlet di daerah tersebut berjalan seiring dengan peningkatan kualitas teknik para pejudo muda.
Hasil akhir Kejurprov menunjukkan dominasi Kota Pontianak yang keluar sebagai juara umum. Disusul Landak di peringkat kedua dan Ketapang di posisi ketiga. Persaingan ketat antar daerah ini diprediksi akan berlanjut pada kejuaraan berikutnya.
Bagi Kubu Raya, selisih poin dengan tiga besar menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Meski jumlah medali perunggu cukup banyak, tambahan medali emas menjadi kunci untuk menaikkan posisi pada ajang serupa di masa mendatang.
Dengan bekal enam medali ini, para atlet diharapkan terus mempertahankan konsistensi latihan. Target perbaikan peringkat pada Kejurprov tahun depan menjadi motivasi utama bagi kontingen Kubu Raya.