SANGGAU — Petugas Piket Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sanggau menyisir sejumlah titik aktivitas warga untuk membagikan masker gratis. Langkah ini diambil menyusul kabut asap yang masih menyelimuti Kota Sanggau dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sanggau, Sigit Purnomo, menyatakan pembagian masker ini merupakan bentuk antisipasi dampak buruk kebencanaan asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah setempat.
Dalam aksinya, petugas tidak hanya menyerahkan masker secara simbolis. Mereka juga mendatangi langsung para pedagang di warung dan pertokoan untuk memberikan arahan mitigasi secara langsung.
"Kami tidak hanya membagikan masker tapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga kesehatan selama kebencanaan asap ini berlangsung," ujar Sigit Purnomo usai membagikan masker.
Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu upaya meminimalisir masuknya partikel-partikel berbahaya di udara akibat kabut asap.
Paparan kabut asap dalam durasi panjang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Partikel halus (PM2.5) yang terkandung dalam asap karhutla mampu menembus paru-paru dan memicu gangguan kesehatan serius jika tidak diantisipasi sejak dini.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pekerja luar ruangan menjadi prioritas utama dalam pembagian masker ini.
Penyisiran dilakukan secara mobile ke lokasi-lokasi yang dipadati aktivitas warga. Kawasan UMKM menjadi perhatian khusus karena banyak pedagang dan pembeli yang beraktivitas tanpa alat pelindung diri.
BPBD Sanggau mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Jika terpaksa keluar, disarankan memakai masker dan memperbanyak minum air putih untuk menjaga daya tahan tubuh.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala ISPA seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi mata.