PONTIANAK — Rangkaian ibadah meminta hujan akan digelar di tengah kondisi udara yang kian tidak sehat. Ketua Umum MUI Kalbar Basri HAR mengingatkan para jemaah yang hadir untuk mengenakan masker selama mengikuti rangkaian salat.
"Jangan lupa menggunakan masker, karena kabut asap semakin tebal," ucapnya di Pontianak, Senin (24/8).
Lima Lembaga Teken Imbauan Bersama
Surat imbauan bersama itu ditandatangani oleh MUI Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Kanwil Kementerian Agama Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, serta Imam Besar Masjid Raya Mujahidin. Mereka menyerukan agar salat Istisqa juga digelar mandiri di masing-masing kabupaten/kota.
"Bagi masyarakat, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan MUI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat yang tidak bisa ikut bersama, agar dapat melaksanakan salat Istisqa secara mandiri di wilayahnya masing-masing," jelas Basri.
Data Kekeringan dan ISPA Jadi Dasar Pertimbangan
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan analisis dinamika atmosfer dari Stasiun Klimatologi Kelas II Kalimantan Barat. Lembaga tersebut mencatat defisit curah hujan ekstrem yang berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat juga melaporkan peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di sejumlah titik telah melampaui ambang batas tidak sehat.
Data Pusdalops-PB BPBD Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan eskalasi sebaran titik panas (hotspot) yang diikuti meluasnya area terdampak karhutla.
Amalan Sebelum Salat Istisqa
Basri meminta umat menyempurnakan ikhtiar sebelum hari pelaksanaan. Taubat nasuha, memperbanyak istighfar, dan saling memaafkan antar-sesama menjadi rangkaian yang dianjurkan.
Ia juga mengimbau masyarakat berpuasa sunnah tiga hari berturut-turut menjelang pelaksanaan salat. "Memperbanyak sedekah, menyambung silaturahmi, serta menyelesaikan," katanya.
Pada hari H, jemaah dianjurkan mengenakan pakaian sederhana tanpa hiasan, hadir dengan rasa tunduk, serta mengajak anak-anak dan keluarga ke lapangan terbuka.
Bila Hujan Turun Lebih Dulu
Terdapat ketentuan khusus jika cuaca berubah sebelum waktu salat tiba. Basri menjelaskan salat Istisqa batal dilaksanakan apabila hujan lebat sudah turun lebih dulu.
"Kalau turun hujan lebat dan berlanjut, salat Istisqa tidak dilaksanakan, dianjurkan sujud syukur," pungkasnya.
Imbauan ini sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat menghentikan total praktik pembakaran lahan liar yang menjadi pemicu utama kabut asap di Kalimantan Barat.