BP BUMN: Mulai 2026 BUMN Dilarang Borong Proyek, Swasta Wajib Masuk

Penulis: Luqman Arif  •  Rabu, 23 September 2026 | 12:50:31 WIB
Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata berbicara dalam Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

KALIMANTAN BARAT — Badan Pengelola BUMN memastikan perusahaan pelat merah tidak lagi menggarap seluruh lini bisnis sendirian. Mulai 2026, setiap kegiatan di luar bisnis inti wajib melibatkan pihak swasta sebagai mitra, bagian dari penataan yang ditargetkan rampung tahun depan.

Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menyatakan penataan bisnis perusahaan pelat merah tengah berjalan dan ditargetkan tuntas pada 2026. Fase berikutnya adalah penguatan dan ekspansi, dengan fokus pada tiga aspek: fokus bisnis, skala perusahaan, dan penguatan kontrol anak usaha.

Aturan baru soal kemitraan dengan swasta menjadi salah satu perubahan paling menonjol dari penataan tersebut. Perusahaan pelat merah diminta melepas kegiatan yang jauh dari kompetensi utamanya, lalu menggandeng investor atau operator swasta untuk menggarapnya.

"Sekarang harus kembali ke core business. Kalau ada yang di luar itu, kerja sama dengan swasta harus jadi bagian dari pertumbuhan kita. Nggak bisa semuanya diborong BUMN," ujar Tedi dalam Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Fokus Bisnis dan Penguatan Skala Usaha

Penataan menyasar tiga hal sekaligus. Pertama, memastikan setiap BUMN kembali ke lini usaha utama. Kedua, memperbesar skala perusahaan agar sesama BUMN di sektor sejenis tidak saling bersaing di pasar yang sempit.

Menurut Tedi, skala usaha yang lebih besar membuka jalan bagi BUMN untuk masuk ke pasar regional dan global. Langkah itu dianggap relevan ketika pangsa pasar domestik sudah mendekati jenuh.

"Kalau skalanya makin besar dan pasar domestik sudah terlalu dominan, sudah saatnya kita main di pasar regional dan global," tambahnya.

Aspek ketiga adalah penguatan kontrol. BP BUMN ingin memperketat pengawasan hingga ke tingkat anak dan cucu perusahaan, agar struktur organisasi dan kinerjanya lebih transparan.

"Tiga hal ini, fokus, skala, dan kontrol yang lebih baik jadi alasan utama kenapa kita perlu penyederhanaan ini," terang Tedi.

Jalan Panjang Transformasi BUMN

Program penataan pada 2026 bukan akhir dari transformasi. Setelah proses penyelarasan dinilai berjalan mulus, fokus BUMN bergeser ke fase penguatan dan ekspansi bisnis.

"Tahun ini kita streamline. Tahun depan kita mulai strengthening dan growing," tegas Tedi.

Pemerintah menargetkan penataan rampung pada 2026 sebagai pijakan sebelum masuk ke tahap pertumbuhan. Perusahaan pelat merah yang selama ini menggarap banyak lini usaha di luar kompetensi intinya akan dipangkas bertahap.

10 Ribu Talenta Muda Disiapkan Jadi Calon Pemimpin

BP BUMN menyiapkan penguatan sumber daya manusia lewat program yang menyasar sekitar 10 ribu talenta muda. Pesertanya berasal dari internal BUMN dan lulusan perguruan tinggi.

Dari jumlah itu, sekitar 400 peserta terpilih akan digembleng menjadi calon pemimpin masa depan melalui seleksi dan pelatihan ketat. Materi pelatihan mencakup simulasi pengambilan keputusan di tengah perkembangan teknologi yang cepat.

Tedi menyoroti tantangan kepemimpinan yang kian kompleks akibat kecerdasan buatan (AI) dan synthetic voice. Para calon pemimpin disimulasikan menghadapi skenario yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Nanti kita bisa melihat atau mendengar hal yang sebenarnya bukan riil akibat AI dan synthetic voice. Kita akan dihadapkan pada situasi yang belum pernah ada sebelumnya," pungkas Tedi.

Bagi publik, arah kebijakan ini menentukan siapa yang mengerjakan proyek-proyek besar negara. Jika kemitraan dengan swasta berjalan sesuai rencana, BUMN bisa lebih fokus pada layanan inti seperti energi, listrik, dan pembiayaan, sementara sektor pendukung dibuka lebih luas bagi pelaku usaha nasional.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top