PONTIANAK — Sebanyak 22 peserta dinyatakan lulus dalam Pelatihan Pelatih Tenis Berstandar ITF yang digelar Pengprov PELTI Kalbar pada 16 hingga 19 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tenis Pendopo Gubernur Kalimantan Barat itu diikuti oleh 24 orang dari berbagai kabupaten dan kota.
Standar Internasional untuk Pelatih Daerah
Para peserta menjalani proses pembelajaran dan ujian ketat sebelum akhirnya mendapatkan sertifikat pelatih berstandar ITF. Sertifikat ini menjadi bekal bagi mereka untuk membina atlet tenis di daerah masing-masing.
Sekretaris Umum Pengprov PELTI Kalbar, Mei Purwowidodo, menegaskan bahwa kualitas pelatih merupakan hulu dari prestasi atlet. “Tidak akan ada atlet yang hebat tanpa sentuhan pelatih yang cerdas,” ujarnya.
Pemerataan Kualitas dari Kota ke Pedalaman
Mei menyebut program ini menjadi prioritas organisasi untuk membangun prestasi tenis secara berkelanjutan. Ia menekankan, PELTI Kalbar tidak ingin pembinaan tenis hanya terpusat di kota-kota besar.
“Kami tidak ingin kualitas kepelatihan hanya berpusat di satu atau dua kota saja. Dari Sambas hingga Kapuas Hulu, dari Ketapang hingga Melawi, semua daerah harus memiliki pelatih berkualitas standar internasional,” tegasnya.
Dampak pada Pembinaan Atlet Muda
Dengan bertambahnya 22 pelatih bersertifikat ITF, proses pencarian bakat dan pembinaan atlet usia dini di Kalimantan Barat diharapkan semakin terstruktur. PELTI Kalbar optimistis langkah ini akan memperkuat sistem pembinaan di setiap daerah.
Organisasi berharap para pelatih baru mampu melahirkan lebih banyak atlet potensial yang bisa mengharumkan nama Kalimantan Barat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebelumnya, PELTI Kalbar juga sukses menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PELTI Cup II Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalbar, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H.