Pencarian

Pemerintah Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp 32 Triliun, Pertamina dan PLN Jadi Motor Utama

Jumat, 24 Juli 2026 • 17:02:01 WIB
Pemerintah Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp 32 Triliun, Pertamina dan PLN Jadi Motor Utama
Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menyampaikan 93 proyek hidrogen senilai Rp 32 triliun di forum energi Jakarta.

KALIMANTAN BARAT — Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengungkapkan bahwa proyek-proyek tersebut mencakup seluruh rantai nilai hidrogen, dari produksi, penyimpanan, distribusi, hingga pemanfaatan. "Ini adalah komitmen nyata pemerintah untuk mempercepat pengembangan hidrogen sebagai sumber energi masa depan," ujarnya dalam sebuah forum energi di Jakarta.

Proyek Tersebar, Investasi Mengalir

Dari 93 proyek itu, sebagian besar berada di kawasan industri dan wilayah dengan potensi energi terbarukan tinggi, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Nilai investasi Rp 32 triliun tersebut diperkirakan berasal dari kombinasi anggaran pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), dan swasta.

Pertamina disebut akan fokus pada pengembangan hidrogen hijau dari hasil pengolahan panas bumi dan tenaga surya. Sementara itu, PLN disinyalir menyiapkan infrastruktur kelistrikan untuk menopang proses elektrolisis yang menjadi inti produksi hidrogen ramah lingkungan.

Target 2027: Pasokan Energi untuk Industri dan Transportasi

Pemerintah menargetkan COD pada 2027, yang berarti proyek-proyek ini harus masuk tahap konstruksi dalam waktu dekat. Hidrogen yang dihasilkan rencananya akan dipasok untuk industri berat, pembangkit listrik, dan transportasi publik, termasuk bus dan truk logistik.

Eniya menambahkan bahwa pengembangan hidrogen ini sejalan dengan target net zero emission 2060. "Kita tidak bisa hanya mengandalkan listrik dari baterai. Hidrogen menjadi solusi untuk sektor-sektor yang sulit dielektrifikasi," katanya.

Dampak Ekonomi dan Peluang Investasi

Dengan nilai proyek mencapai Rp 32 triliun, pemerintah berharap muncul efek berganda bagi perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga tumbuhnya industri komponen pendukung. Investor asing pun disebut mulai melirik potensi Indonesia sebagai hub hidrogen di Asia Tenggara.

Meski demikian, tantangan masih membayangi, terutama dari sisi harga produksi yang masih tinggi dan infrastruktur yang belum matang. Pemerintah berjanji akan memberikan insentif fiskal dan kemudahan perizinan agar proyek-proyek ini tidak mandek.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks