SINTANG — Di tengah keterbatasan keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten Sintang tetap menyalurkan bantuan hewan kurban untuk umat Muslim di Bumi Senentang. Delapan ekor sapi telah didistribusikan ke sejumlah titik di wilayah itu.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyampaikan pesan transparansi yang jarang terdengar dari pejabat publik. Ia menekankan bahwa sapi-sapi itu bukanlah pemberian pribadi para pemimpin daerah.
Dalam sambutannya, Bala mengingatkan bahwa amanah ini kembali ke tangan rakyat. “Ini bukan sapi dari bupati, wakil bupati, atau ketua DPRD. Sapi ini adalah titipan para pembayar pajak,” ujarnya.
Ia mengakui pemerintah tidak bisa berbuat banyak akibat kondisi keuangan yang terbatas. “Tapi kita tetap bersyukur atas apa yang bisa dilakukan pemerintah,” tambah Bala dengan rendah hati.
Penyaluran dilakukan secara merata ke berbagai wilayah dan organisasi. Berikut daftar penerima bantuan hewan kurban Pemkab Sintang tahun ini:
Pernyataan Bala menjadi sorotan karena ia secara eksplisit memisahkan antara pemberian pejabat dan kewajiban negara. Ia menyebut bahwa hewan kurban yang disalurkan pada hakikatnya adalah milik masyarakat Sintang sendiri.
“Pemerintah memang tidak bisa berbuat banyak karena berbagai kendala dan kondisi keuangan yang terbatas,” ujar Bala. Pesan ini dinilai sebagai bentuk edukasi politik kepada warga tentang asal-usul bantuan pemerintah.
Pernyataan Bupati Bala memperkuat transparansi penggunaan anggaran daerah. Warga diharapkan lebih paham bahwa bantuan pemerintah berasal dari pajak yang mereka bayarkan, bukan dari kantong pribadi pejabat.
Penyaluran delapan ekor sapi kurban dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Proses distribusi dilakukan oleh Pemkab Sintang ke masjid, surau, dan organisasi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Sintang mengenai penambahan jumlah hewan kurban tahun depan. Keputusan akan bergantung pada kondisi keuangan daerah dan kebutuhan masyarakat.