PONTIANAK — Karolin Margret Natasa, Gubernur Kalimantan Barat, memberikan kuliah umum di kampus IPDN Kalbar. Ia menekankan bahwa SDM unggul adalah fondasi utama untuk mendorong pembangunan di daerah.
Dalam kesempatan itu, Karolin menyebut bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, para praja sebagai calon abdi negara harus memiliki kemampuan adaptasi dan inovasi yang tinggi.
"Kami butuh pemimpin yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga punya jiwa pengabdian dan pemahaman mendalam akan kondisi riil di lapangan," ujar Karolin dalam materi kuliahnya.
Gubernur juga mengaitkan pentingnya SDM unggul dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Kalbar. Menurutnya, investasi dan pembangunan infrastruktur tidak akan optimal tanpa diimbangi kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.
Ia mencontohkan sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi andalan Kalbar. Kedua sektor ini membutuhkan tenaga terampil yang mampu mengelola potensi lokal secara profesional dan berkelanjutan.
Karolin mendorong para praja IPDN untuk aktif melakukan studi lapangan dan magang di berbagai daerah di Kalbar. Langkah ini dinilai penting untuk membangun empati dan pemahaman langsung terhadap persoalan masyarakat.
"Jangan hanya belajar di kampus. Turunlah ke desa, lihat bagaimana warga mengelola kebun, bagaimana mereka menghadapi banjir. Dari situlah kalian akan belajar arti kepemimpinan sejati," pesannya.
Salah satu tantangan yang disebut Karolin adalah masih terbatasnya akses pendidikan dan pelatihan vokasi di daerah pedalaman. Hal ini menyebabkan kesenjangan kualitas SDM antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Pemprov Kalbar pun terus mendorong program beasiswa dan pelatihan kerja yang terintegrasi dengan kebutuhan industri lokal. IPDN diharapkan bisa menjadi mitra strategis dalam mencetak pemimpin yang siap menjawab tantangan tersebut.