PONTIANAK — Industri perhotelan di Pontianak mencatatkan lonjakan signifikan selama libur panjang yang berlangsung sejak akhir pekan lalu. Tingkat hunian kamar hotel di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat itu mencapai 90 persen, jauh melampaui rata-rata harian yang biasanya berkisar di angka 50 hingga 60 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat, Yuliardi, mengonfirmasi bahwa mayoritas tamu hotel berasal dari negara tetangga, Malaysia. “Kontribusi wisatawan Malaysia sangat dominan, mencapai sekitar 70 persen dari total tamu,” ujarnya.
Para wisatawan dari Serawak dan Sabah, yang hanya membutuhkan waktu tempuh singkat ke Pontianak, menjadi penyumbang utama. Mereka tidak hanya menginap, tetapi juga memadati pusat perbelanjaan dan rumah makan di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Jalan Diponegoro.
Yuliardi menambahkan, kenaikan okupansi hotel ini bukan semata-mata karena faktor musiman. “Akses darat yang mudah dan harga barang serta kuliner yang terjangkau membuat Pontianak selalu menjadi pilihan utama warga Malaysia saat libur panjang,” jelasnya.
Kondisi ini berbeda dengan libur panjang sebelumnya yang sempat lesu akibat cuaca ekstrem. Kali ini, cuaca cerah sepanjang pekan turut mendorong mobilitas wisatawan. Beberapa hotel berbintang di pusat kota bahkan melaporkan status penuh (full booking) sejak tiga hari sebelum libur dimulai.
Lonjakan hunian hotel berdampak langsung pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Pontianak. Para pedagang kaki lima di kawasan wisata kuliner seperti di Jalan Merdeka dan Jalan Pahlawan mengaku omzet mereka naik dua kali lipat selama periode tersebut.
“Biasanya sepi, sekarang ramai sampai malam. Banyak turis Malaysia yang beli oleh-oleh dan makan di sini,” kata Sari, seorang penjual kue basah di Pasar Flamboyan. PHRI Kalbar memperkirakan perputaran uang selama libur panjang ini mencapai puluhan miliar rupiah.
PHRI Kalbar memperkirakan tingkat hunian hotel akan tetap tinggi hingga akhir pekan ini. Namun, Yuliardi mengingatkan agar pelaku usaha tidak lengah. “Kami berharap pemkot terus membenahi infrastruktur dan promosi agar momentum ini tidak hanya terjadi saat libur panjang,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Pontianak sendiri tengah mengkaji penambahan jadwal penerbangan langsung dari Kuching ke Pontianak untuk mengantisipasi lonjakan serupa pada libur sekolah mendatang.